• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribun Lampung
Home » Ekbis » Market

Dari Marmut Bisa Raup Omset Rp 5 Juta per Bulan

Minggu, 5 Juni 2011 14:42 WIB
Dari Marmut Bisa Raup Omset Rp 5 Juta per Bulan - IMG_0347.jpg
Foto-foto tribunlampung.co.id/perdiansyah
berternak marmut
Dari Marmut Bisa Raup Omset Rp 5 Juta per Bulan - IMG_0329.jpg
Dari Marmut Bisa Raup Omset Rp 5 Juta per Bulan - IMG_0348.jpg
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Marmut merupakan salah satu jenis hewan pengerat yang lucu dan menarik perhatian untuk diperlihara ataupun dikembangbiakkan. Sepintas, binatang ini menyerupai kelinci. Padahal ada beberapa perbedaan mencolok antara dua hewan ini.

M Syuhada, peternak marmut asal Pringsewu menerangkan, dari postur tubuh hewan ini berukuran 40 sampai 50 centimeter. Lebih pendek dibanding kelinci yang berukuran di atas 60 cm. Ciri lain yang membedakan marmut dan kelinci adalah bobotnya berkisar 60-90 gram, sedangkan kelici di atas satu kilogram (kg) lebih ringan  Selain itu, telinga marmut lebih pendek dibanding kelinci.

"Kalau warna umumnya hitam, kuning, dan putih. Ada juga belang-belang perpaduan kuning-hitam atau agak kuning-putih. Jenis marmut yang ada di Indonesia ada tiga, anggora, uyeng-uyeng, dan lokal," ujarnya kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (5/6/2011).

Dia menambahkan, marmut termasuk jenis hewan jinak dan suka hidup berkelompok. Kalaupun dipelihara di luar kandang, cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Khusus jenis anggora, lebih baik dipelihara di dalam kandang.

Dikatakannya, peternak mengembangbiakkan marmut rata-rata untuk dijual. Jenis yang dijual mulai dari anakan usia satu bulan sampai indukan berumur empat sampai lima bulan. Marmut paling banyak dibeli untuk dijadikan hewan peliharaan di rumah.

Hada menerangkan, anakan marmut dijual Rp 50 ribu-Rp 75 ribu per ekor, tergantung jenis dan usia. Khusus jenis marmut anggora, anakan ditawarkan Rp 80 ribu - Rp 100 ribu  per ekor kepada pembeli.  Sedangkan indukan usia 4-5 bulan harganya Rp 150 ribu per ekor.

Pria kelahiran Pringsewu 31 Agustus 1988 menjelaskan, mampu menjual 40 ekor marmut setiap bulan. Terkait omzet, rata-rata meraup untung Rp 3 juta-Rp 5 juta per bulan, tergantung permintaan dan musim.(martin)


Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
965 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas