Senin, 6 Juli 2015

Dialog Lucu dengan Burung Beo

Selasa, 28 Juni 2011 08:38

Dialog Lucu dengan Burung Beo
kompas gramedia
Buku Pak Harto The Untold Stories

Suatu hari, setelah lengser dari jabatan sebagai presiden, Soeharto mendekati sangkar burung beo. Seperti biasa, binatang tersebut spontan berkicau, "Bapak Soeharto, Presiden Republik Indonesia."

Spontan Soeharto menjawab kicauan beonya. "Habibie," cetusnya merujuk nama BJ Habibie yang menggantikannya sebagai presiden.

Rupanya burung beo kembali berkicau, "Bapak Soeharto, Presiden Republik Indonesia."Habibie," timpal Soeharto. Namunm lagi-lagi  beo menyahut, "Bapak Soeharto, Presiden Republik Indonesia." Soeharto kemudian meninggalkan burung itu sambil bergumam, "Hmmmm...dasar beo!"

Itulah kisah lucu yang disaksikan Mayor Jenderal TNI Issantoso, saat bertugas sebagai ajudan Soeharto pada 1995-1998. Alumnus Akabri 1974 tersebut menjadi saksi hari-hari terakhir Soeharto sebagai presiden setelah menjabat selama 32 tahun.

Menjelang pergantian tugasnya sebagai ajudan, Issantoso dipanggil Soeharto. "Beliau menanyakan kesehatan dan kabar keluarga saya. Kemudian Pak Harto menyampaikan ucapan terima kasih kepada saya," kata Issantoso dalam buku Pak Harto The Untold Stories, terbitan Gramedia Pustaka Utama.Tak ada cindera mata yang diberikan Soeharto kepada pria kelahiran Tegal, 22 Mei 1952 tersebut.

Namun, Issantoso mengaku memperoleh 'hadiah' sangat berharga, yang berusaha dijaganya sebaik-baiknya. Apa itu? Rupanya sebuah nasihat.

"Jika kamu ingin berumur panjang, melayatlah orang mati dan doakan dia. Jika ingin sehat selalu, jenguk dan bantulah mereka yang sakit. Jika ingin banyak mendapat rezeki, datangilah orang hajatan. Jika ingin kaya, belajarlah pada orang Cina. Jika ingin mendapat akhirat, dekatlah dengan para kiai dan ulama," demikian nasehat mantan Pangkostrad itu.

Halaman123
Editor: taryono
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas