Lipsus

MUI Lampung Dukung Penetapan Kode Etik Spa

Adanya pandangan negatif sebagian masyarakat yang menilai spa adalah salah satu tempat transaksi mesum, mendorong

MUI Lampung Dukung Penetapan Kode Etik Spa
ist
spa

Penetapan kode etik spa sekaligus sebagai upaya sosialisasi terhadap masyarakat bahwa spa adalah tempat perawatan kecantikan dan kesehatan, bukan tempat mesum.

Selain itu, kode etik spa juga bisa berguna untuk membatasi gerak para pelaku prostitusi yang berkedok membuka usaha salon kecantikan atau spa di Bandar Lampung.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandar Lampung Paika, ide penetapan kode etik spa bisa meminimalisasi pandangan negatif masyarakat dan mendorong berkembangnya bidang pariwisata modern di wilayah perkotaan.

"Ide penetapan kode etik spa itu saya pikir sangat penting. Karena, bisa menghindari pencitraan buruk usaha spa yang selama ini cukup melekat," ujar Paika, Jumat (1/7).

Paika mengakui, pandangan negatif sebagian masyarakat yang menganggap spa adalah tempat berbuat mesum salah satunya muncul karena spa identik dengan masalah kecantikan, perempuan, dan perawatan tubuh.

Padahal, menurut Paika, kebiasaan luluran, pijat relaksasi, dan perawatan kecantikan merupakan hal umum yang terjadi sejak zaman nenek moyang. "Sebenarnya sudah sejak dulu nenek moyang kita memanfaatkan spa," katanya.

Meski demikian, Paika juga mengakui, pandangan negatif tersebut muncul karena adanya penyalahgunaan tempat usaha oleh segelintir orang yang membuka praktik mesum berkedok usaha salon kecantikan atau spa.

Halaman
12
Editor: taryono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help