A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dana PSB Dianggarkan dalam BOS - Tribun Lampung
Sabtu, 22 November 2014
Tribun Lampung

Dana PSB Dianggarkan dalam BOS

Senin, 11 Juli 2011 08:14 WIB

TRIBUNLAMPUNG.co.id, BANDAR LAMPUNG--Sekretaris Dinas Pendidikan Lampung Herlina Warganegara menegaskan, selain RSBI, pihak sekolah negeri dilarang memungut biaya apapun pada masa penerimaan siswa baru (PSB). Sebab, seluruh dana untuk PSB telah dianggarkan dalam program Biaya Operasional Sekolah (BOS).

"Kalau ada yang melakukan, maka itu melanggar hukum dan akan kami tindak tegas," kata dia.

Herlina menjelaskan, pembiayaan PSB di SD dan SMP negeri bersumber pada dana BOS. Terkait persentase penggunaan dana BOS untuk PSB, hal itu ditentukan dalam musyawarah Komite Sekolah.

Sementara untuk SMA negeri, besaran dana PSB ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara wali murid dengan pengurus sekolah. "Jadi, kalau ingin biaya PSB murah, maka harus diperjuangkan dalam rapat tersebut. Kalau sudah ditetapkan, jangan lagi mengeluh," imbuhnya.

Bila terjadi pungutan liar pada masa PSB, Herlina menuturkan, wewenang untuk melakukan tindakan tegas serta pemberian sanksi terhadap sekolah, dilakukan oleh disdik masing-masing kabupaten/kota.

Ia kembali menegaskan, pihaknya menjamin tidak akan ada paktik jual-beli bangku kosong pada masa PSB. Pasalnya, mekanisme PSB yang diterapkan saat ini tidak membuka peluang untuk praktik ilegal tesebut.

Meski begitu, ia juga berharap orang tua calon siswa tidak terpengaruh dengan adanya isu jual-beli bangku kosong yang kemungkinan besar dilakukan oknum tidak bertanggunggjawab. "Kami meminta kepada orang tua supaya melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait sistem pendaftaran tersebut," tambahnya.

Herlina menambahkan, orangtua sebaiknya mendaftar di sekolah swasta apabila anak mereka tidak memenuhi standar minimal calon siswas sekolah negeri. Bukan malah mencari peluang untuk membeli jatah kursi kosong.

Menurutnya, kualitas sekolah swasta di Lampung saat ini tidak kalah dengan sekolah negeri. Baik fasilitas belajar, ekstrakulikuler, maupun tenaga pengajarnya. Jumlah sekolah swasta dan negeri di Lampung, juga cukup berimbang. Dalam data disdik tahun 2010, di seluruh kabupaten/kota terdapat 5.606 SD negeri, 695 SMP negeri, ddan 208  mencapai 695 SMA negeri.(reza)



Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan

Editor: taryono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas