A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

891 Ribu Penduduk Bandar Lampung Wajib KTP - Tribun Lampung
Selasa, 25 November 2014
Tribun Lampung

891 Ribu Penduduk Bandar Lampung Wajib KTP

Senin, 1 Agustus 2011 11:08 WIB

TRIBUNLAMPUNG.co.id, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 891 ribu data wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Bandar Lampung terekam dalam database Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Jumat (29/7/2011) lalu. Perekaman data tambahan di 13 kecamatan menunggu pengiriman alat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung Syahrir Sanusi mengatakan, dari 1,2 juta jiwa jumlah penduduk Kota Bandar Lampung, 891 ribu di antaranya merupakan wajib KTP. "Jumat lalu 891 ribu lebih data terbaru wajib KTP sudah terekam Depdagri," ujarnya kepada Tribun, Minggu (31/7/2011).

Saat ini Disdukcapil masih menunggu pengiriman peralatan dari Depdagri untuk dipasang di masing-masing kecamatan. Di antaranya alat pendataan sidik jari (finger print), alat foto kornea mata (eyerish), alat foto wajah (kamera), alat pengambilan tanda tangan (signature), scanner, dan komputer untuk entri data.

Diproyeksi dalam satu kecamatan dibekali minimal tiga set peralatan. Pihaknya berharap dalam dua hari ke depan seluruh peralatan sudah sampai di Kota Tapis Berseri. Jadi kecamatan dapat segera melaksanakan pendataan tambahan wajib KTP di wilayah kerja masing-masing.

Kabupaten/kota yang sudah menyatakan kesiapannya melaksanakan program KTP elektronik (e-KTP) pada tahun anggaran 2011 diberikan tenggat waktu selama 102 hari sejak awal Agustus untuk menyelesaikan pendataan tambahan.

Selama dua hari, 30-31 Juli 2011, sebanyak 255 operator yang akan menangani pelaksanaan e-KTP di 13 kecamatan telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di gedung Sucofindo, Garuntang, Telukbetung Selatan (TbS). Pelatihan oleh konsorsium ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Bagi yang sudah mendapatkan rekaman, sambung Syahrir, nanti dipanggil dan diundang untuk melakukan pendataan tambahan. Mulai dari sidik jari, tanda tangan, foto wajah, foto kornea mata.

"Jika tidak ada kendala, operator membutuhkan waktu selama empat menit per orang untuk proses editing," papar Syahrir.

Karena pelaksanaan di setiap wilayah merupakan kewenangan kecamatan, dirinya mengimbau, camat dapat mengatur masyarakatnya untuk memeroses e-KTP. Misalnya, kata dia, untuk buruh kalau tidak bisa datang siang, bisa dilakukan malam hari.

Begitu pula bagi pegawai negeri sipil (PNS) agar tidak mengganggu waktu kerja bisa dilakukan siang hari. Sedangkan untuk ibu-ibu rumah tangga sekitar pukul 09.00-11.00 WIB.

Dijelaskannya, empat kabupaten/kota di Lampung sudah menyatakan siap melaksanakan e-KTP di 2011. Sehingga tidak ada lagi wajib KTP yang tidak terekam di tahun ini. Kecuali jika ada warga pemula, misal mahasiswa, atau ada pendataan ulang (revisi data) maka akan dilakukan di tahun anggaran 2012.

Sementara bagi warga yang catat tubuh, misal yang kurang lengkap anggota jarinya, maka dalam pengambilan foto harus ditunjukkan. Supaya membutikan bahwa, tidak bisa direkam karena memang kondisinya betul-betul cacat.

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengungkapkan, program e-KTP sangat positif karena langsung dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri. Diharapkan, e-KTP mencegah warga memiliki KTP ganda.

Orang nomor satu di Bandar Lampung ini mengimbau, mulai Agustus penduduk wajib KTP datang langsung ke kecamatan untuk mengikuti pengambilan foto, sidik jari, dan tandatangan.

"Bagi yang cacat fisik nanti diberlakukan sistem jemput bola, tapi setelah semua pendataan warga normal selesai dilakukan," kata dia.(yani)
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas