TribunLampung/

Komunitas

Komite Aisha the Hijabees Menginspirasi Wanita Pakai Jilbab

KEMAMPUAN anggota Komite Aisha the Hijabees (ATH) dalam berkreasi memainkan jilbab membuat penampilan mereka di muka umum dikagumi.

KEMAMPUAN anggota Komite Aisha the Hijabees (ATH) dalam berkreasi memainkan jilbab membuat penampilan mereka di muka umum dikagumi. Mereka terlihat anggun dan berbeda dengan ragam gaya jilbab yang dikenakan.

Meski sering dikesankan sebagai komunitas wanita cantik dari golongan kelas menengah atas, kenyataannya tidak demikian. ATH terbuka bagi semua lapisan sosial masyarakat. "Syaratnya cukup mudah, hanya memakai jilbab," ujar Wakil Ketua ATH Nindya Qurrani Aini.

Salah satu alasan dibentuknya ATH adalah memberikan modal percaya diri. Tetapi dalam menampilkan jilbab, komunitas ini tidak hanya mengedepankan mode melainkan tetap berusaha menerapkan apa yang ada dalam syariat Islam.  

Menurut salah satu pengurus ATH Putri Sari Isana, meskipun dibilang jilbab gaul, seluruh anggota ATH berupaya tidak ke luar dari koridor agama. Sembari terus melakukan perbaikan seiring berjalannya waktu, mereka berharap komunitas pengguna jilbab semakin banyak dengan terbentuknya ATH.  

Dan untuk terus menginspirasi banyak orang untuk mengenakan jilbab, ATH berencana mengadakan salah satu kegiatan yang disebut dengan Hijab Class. Yaitu ajang berbagi seputar jilbab mulai dari teknik padu padan hingga mengkreasikan jilbab dan make up (tata rias wajah).

Nah, bagi yang berminat menjadi anggota ATH sangat mudah. Cukup bergabung di akun Facebook aishathehijabees bandarlampung atau Twitter aisha the hijabee. (siti nuryani)

 

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help