A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Video Penyiksaan Sapi Rekayasa - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Lampung

Video Penyiksaan Sapi Rekayasa

Kamis, 11 Agustus 2011 11:19 WIB
Video Penyiksaan Sapi Rekayasa
youtube
sapi
TRIBUNLAMPUNG, SYDNEY - Australia menghentikan ekspor hewan ternak hidup ke Indonesia meyusul beredarnya video penyiksaan sapi di sebuah rumah jagal di Indonesia pada Juni 2011. Namun, seorang politikus mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa.

Politikus tersebut menyebut seorang pekerja rumah jagal Indonesia dibayar untuk menendang bagian kepala sapi sehingga memberikan rekaman terkesan sebuah kekejaman terhadap hewan, dan bermaksud membantu menghentikan perdagangan binatang hidup antara Australia dan Indonesia pada Juni 2011 lalu. Demikian dilansir AFP, Rabu (10/8/2011).

Atas video penayangan video tersebut, Australia menangguhkan perdagangan hewan hidup ke Indonesia setelah rekaman kekejaman itu disiarkan di sejumlah stasiun televisi negaranya.

Senator Liberal, Chris Back, yang bekerja sebagai dokter hewan selama 40 tahun, mengatakan dalam sebuah sidang Senat di Canberra, bahwa seorang pekerja menerima uang untuk berbuat brutal terhadap sapi tersebut.

Seorang sumber yang dapat dipercaya yang telah mengunjungi rumah jagal di Sumatera, menceritakan bahwa seorang pria asing dan seorang wanita bersama seorang sopir datang ke rumah jagal itu dan menawarkan pekerja Rp 150 ribu untuk menendang binatang.

"Dia menendangnya beberapa kali dan kemudian berhenti. Mereka meminta dia untuk terus melakukan itu," katanya.

Pekerja itu mengaku dipukuli dan istrinya diperkosa sehingga kehilangan pekerjaan.

Aktivis Lyn White dari Animals Australia, yang memperoleh rekaman, menolak tuduhan ofensif tersebut.

"Cerita yang Anda ceritakan tentang kekejaman yang disengaja untuk dibayar itu sangat keterlaluan," kata Lyn White .

Indonesia bulan lalu merencanakan akan mengimpor 180 ribu sapi dari Australia pada kuartal ketiga, setelah Canberra mencabut larangan ekspor ternak hidup, dan adanya janji Indonesia untuk mengaudit dan memperbaiki kondisi di semua tempat pemotongan hewan tersebut.

Dalam catatan ekonomi Australia 2010, nilai ekspor, termasuk domba-domba, mencapai 1,14 miliar Dollar Australia atau 1,18 milyar Dolar Amerika Serikat. Indonesia menyumbang 320 juta dolar Australia dan menjadi pasar terbesar. (*)
Editor: taryono
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
5125 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas