A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dua Minggu Pasca-pencabutan Kateter Ginjal Nando Membengkak - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribun Lampung

Dua Minggu Pasca-pencabutan Kateter Ginjal Nando Membengkak

Kamis, 20 Oktober 2011 20:56 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Awalnya Nando Rivaldi (10), warga  Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton  mengalami gangguan ginjal. Ibunya, Nana Yulianti menceritakan itu diketahui setelah dibawa ke Rumah Sakit Imannuel Bandar Lampung  Juni 2010.

"Kemudian anak saya dirujuk ke RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo)," ungkapnya Kamis (20/10/2011). Sampai di rumah sakit pusat rujukan itu, Nando memperoleh penanganan cuci darah dan pemasangan kateter, untuk memperlancar pembuangan air seni.

Kondisinya berangsur membaik yang ditunjukkan dengan berat badannya bertambah lima kilo gram, dari sebelumnya hanya 14 kilo gram. Pertimbangan waktu dan biaya, orangtua nya berinisiatif memohon kepada dokter agar Nando menjalani rawat jalan saja.

Mereka kembali meminta  Nando dirawat di Bandar Lampung saja, mengingat perjalanan pulang pergi ke Jakarta membutuhkan biaya besar. Dokter yang menangani Nando di RSCM mengabulkan, sehingga pengobatannya diteruskan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Hi Abdul Moeloek (RSUDAM).

Januari 2011, Nando ditangani dokter spesialis urologi RSUDAM  yang berinisial DC  setelah ada rekam medik RSCM atas nama pasien tersebut. Spesialis urologi tersebut menyatakan, sesuai hasil check up ginjal Nando dinyatakan sudah membaik dan normal.

Sehingga diputuskan untuk mencabut alat kateter yang dipasang di  kelamin Nando ketika dirawat di RSCM. Namun, dua minggu kemudian kondisi kesehatan Nando menurun. Setelah diperiksa ulang, kondisi ginjalnya pembengkakan.

DC memutuskan untuk memasang kembali kateter. Namun terjadi kegagalan bahkan hingga  tiga kali pemasangan. Keputusan lainnya dilakukan pembedahan perut, yang dikatakan sebagai pembuatan jalur baru pemasangan kateter.

Ternyata, operasi tersebut membuat Nando sering mengeluh sakit, perutnya keras, bengkak dan kulit perutnya terlihat membiru. Setelah diperiksa USG, ternyata ususnya lengket dan harus dioperasi ulang. Namun setelah dilakukan operasi, terjadi kebocoran usus. Kata Yulianti, setelah itu kondisi Nando semakin memburuk.

Yulianti mengaku khawatir, akan tetapi, disaat kondisi Nando menurun tersebut dokter yang menangani tersebut hanya mewakilkan ke asisten. "Tidak pernah memeriksa dan mengontrol lagi, setiap dihubungi katanya sibuk," ungkap Yulianti.

Alhasil, keluarga membawa Nando pulang meski kondisi tidak memungkinkan. Mereka pun melanjutkan pengobatan dengan dokter lain, yang menangani nando hingga saat ini. Atas sakitnya itu Nando berhenti sekolah. Semestinya dia sudah duduk dibangku kelas lima SD.(didik)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
11870 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas