Senin, 2 Februari 2015

Perbedaan Salat Sunah Fajar dan Rawatib Qobliyah Subuh

Senin, 24 Oktober 2011 10:34 WIB

Hanya Berbeda Istilah

Ya, sama saja hanya berbeda istilah. Rawatib adalah bentuk jama dari ratibah. Artinya, tetap, terus-menerus. Qabliyah, artinya sebelum. Salat sunah rawatib qabliyah subuh, merupakan istilah para ulama. Artinya, salat sunah yang tetap yang dilakukan sebelum subuh. Karena salat ini dilakukan pada waktu fajar, yaitu setelah azan subuh dan sebelum iqamat subuh, maka dinamakan salat sunah fajar.

Keutamaan Salat Sunah Fajar
Setiap perintah ibadah memiliki nikmat dan pahala yang begitu besar, yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Setiap perintah ibadah merupakan ladang nikmat dan pahala bagi umat manusia. Jangankan pada ibadah yang wajib, ibadah yang sunnah pun banyak sekali yang di dalamnya telah Allah SWT tempatkan nikmat dan pahala yang sangat besar, yang dapat dipetik hanya oleh orang-orang yang taat dan ikhlas menjalankan ibadah tersebut.

Salat sunah fajar adalah salah satu contoh ibadah sunnah yang memiliki ganjaran yang sangat besar bagi yang melakukan dan mengistiqomahkannya. Memang, salat fajar ini merupakan salah satu salat sunah yang jarang sekali diamalkan oleh umat Muslim, meskipun hanya dilakukan dalam dua rakaat yang ringan.

Aisyah RA meriwayatkan dari Nabi SAW, Beliau bersabda : "Dua rakaat (sebelum) fajar (salat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia dan seisinya." (HR Muslim dan Tirmidzi).

Merujuk pada sabda Rasulullah SAW di atas, dapatkah kita bayangkan sebesar apa atau seperti apakah sebenarnya nilai dari salat sunah dua rakaat sebelum fajar tersebut? Subhanallah, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha Pemurah.

Begitu besarnya keutamaan dan balasan pahala yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang selalu mengistiqomahkan salat sunah dua rakaat sebelum fajar, hingga Rasulullah SAW pun sangat menjaga salat sunah tersebut daripada salat sunah yang lainnya. Dan logikanya, kalau Rasulullah SAW saja yang sudah dijamin dengan surga masih sangat menjaga salat sunah tersebut, lalu apa yang menyebabkan umat muslim pengikut Rasulullah SAW yang pastinya tidak pernah lepas dari salah dan dosa tidak mau berjuang untuk mengistiqomahkannya juga? Harusnya, umat muslim dapat menjaga sholat tersebut dengan usaha yang jauh lebih keras.

Halaman12
Editor: taryono
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas