A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Penetapan UMK 2012 Tunggu UMP - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Lampung

Penetapan UMK 2012 Tunggu UMP

Senin, 5 Desember 2011 20:23 WIB


TRIBUNLAMPUNG.co.id - Dewan Pengupahan Kota Bandar Lampung belum juga menetapkan besaran upah minimum kota (UMK). Mereka beralasan, penetapan UMK menunggu penetapan upah minimum provinsi (UMP).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Dhomiril Hakim mengatakan, pihaknya belum akan menetapkan UMK sebelum Dewan Pengupahan Provinsi menetapkan UMP. "Kami sudah rapat beberapa kali. Tapi belum mau menetapkan sebelum ada UMP," ujarnya kepada Tribun, Senin (5/12).

Dhomiril mengutarakan, dari beberapa rapat penetapan UMK, memang belum ada kesepakatan antara pengusaha yang diwakili Apindo dan pihak serikat pekerja. Menurut dia, ada perbedaan jumlah UMK yang diusulkan oleh kedua belah pihak.

Dhomiril menuturkan, Apindo menawarkan UMK sebesar Rp 950 ribu. Sementara itu, serikat pekerja menawarkan UMK sebesar Rp 1.090.000. Sedangkan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp1.022.352.

Menurut dia, pihak pemerintah sendiri tetap menginginkan besaran UMK adalah 100 persen KHL. Dhomiril mengutarakan, pihaknya sudah membicarakan dengan Apindo mengenai UMK 100 persen KHL.

Pihak pengusaha, tuturnya, tetap menginginkan UMK sesuai dengan penawarannya. Oleh karena itu, papar Dhomiril, pihaknya masih menunggu penetapan UMP untuk menetapkan UMK. Ia mengutarakan, usulan dari pengusaha bisa mentah jika UMP di atas dari usulan tersebut.

Dhomiril mengungkapkan, besaran UMK harus lebih besar dari UMP. "Kalau UMP Rp 1.008.109 maka usulan dari pengusaha tidak bisa kami pakai sebagai UMK. Yang kami pakai adalah usulan serikat pekerja atau KHL," imbuhnya.

Menurutnya, besaran KHL dan usulan serikat pekerja lebih besar dari UMP jika UMP sebesar Rp 1.008.109. "Itulah kenapa kami masih menunggu penetapan UMP. Usulan dari pengusaha dan buruh berbeda dan semua tergantung dari UMP," ucapnya.(wakos)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas