Keluarga dan Profesi Berimbang
Di tengah kesibukannya sebagai penari profesional tidak lantas membuat Fatima Tuzzahro Ulbana melupakan kewajibannya.
“Prioritas antara pekerjaan dan keluarga, dapat saya katakan berimbang. Sebab, satu sama lain saling mempengaruhi. Untuk komunikasi dengan keluarga juga tidak terlalu bermasalah, banyak waktu yang dapat kami manfaatkan untuk sekedar ngobrol dan bercengkrama. Kegiatan rutin sebagai ibu rumah tangga di dapur juga dapat saya laksanakan sebagaimana biasa. Tinggal bagaimana bijak membagi waktu saja,” katanya.
Ia mengaku cukup enjoy dengan aktivitas yang telah puluhan tahun digeluti, apalagi ini memang sudah menjadi panggilan jiwa sekaligus pekerjaan yang ia tekuni. Terlebih, segala aktivitas yang dikerjakannya selalu mendapat support dari suami yang juga menekuni bidang yang sama.
Untuknya, do’a restu ini merupakan sebuah pelecut semangat, untuk mampu optimal dalam menjalankan aktivitas apapun. Namun demikian, kebebasan dan dukungan ini, tetap harus dilandasi atas dasar rasa tanggung jawab.
Uul menuturkan, meski kegiatannya bersama suami full pada bidang seni. Namun, ia tetap membebaskan sang anak untuk memilih tempatnya mengekspresikan diri. Terlebih, memang pada dasarnya bidang seni tidak dapat dipaksakan. Meski begitu, berdasarkan pengamatannya sang buah hati sepertinya memiliki ketertarikan pada bidang seni.
“Prinsipnya, saya tidak memaksakan bakat dan keinginan yang dimiliki anak saya. Bila seandainya nanti mereka tertarin dan akan mengikuti jejak orang tuanya, maka saya dan suami akan membimbing dengan sebaik – baiknya.,” ungkapnya.(ferika)