Menyanyi dan Baca Puisi sejak TK
Ketertarikan dan hobinya di bidang seni sejak usia belia, melatarbelakangi Fatima Tuzzahro Ulbana
“Saya terlahir sebagai anak dari keluarga pecinta seni. Sejak kecil saya telah menekuni dan mengasah kemampuan sejumlah bidang seni, di antaranya menyanyi, teater, puisi, pembaca cerpen dan lain sebagainya.
Bahkan, aktivitas ini sudah saya lakukan sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) dan melahirkan banyak prestasi hingga tingkat nasional kala itu. Oleh sebab itu, seni ini telah menjadi panggilan jiwa yang tidak mungkin terpisahkan dalam perjalanan hidup saya,” ungkap perempuan yang akrab disapa mbak Uul ini.
Dari banyak aktivitas seni yang digeluti, akhirnya diputuskan untuk memilih fokus pada dunia tari. Keputusannya memilih tari, ini bukan tanpa alasan. Sebab baginya, tari merupakan seni yang unik dan indah. Kegiatan ini diawali sejak kelas 6 SD, ketika itu ia banyak belajar otodidak di rumahnya yang juga menjadi sanggar tari bagi keluarganya.
Pun demikian, tambahnya, untuk mempelajarinya pun tidak gampang, sebab butuh kemauan, kesabaran ekstra dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit, layaknya bidang seni professional lainnya. Dunia tari juga memiliki aturan, esensi, ajaran moral, sopan santun dan penekanan pada kedisiplinan bagi para penggelutnya.
Dia menambahkan dari segi kesehatan, kegiatan ini sangat bermanfaat, karena pada dasarnya aktivitas ini memiliki beberapa tiga unsur utama. Di antaranya, yakni penghayatan gerakan (wiraga), penghayatan musik (wirama) dan penghayatan secara keseluruhan dari gerak, musik serta tema cerita dari tari.(ferika)