Nunun Didampingi Dokter Pribadi

Nunun Nurbaeti, buronan kasus dugaan suap cek pelawat

Tayang:
Editor: Safruddin

TRIBUNLAMPUNG.co.id JAKARTA - Nunun Nurbaeti, buronan kasus dugaan suap cek pelawat dalam pemilihan Gubernur Senior BI yang dinyatakan menderita sakit lupa berat itu akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (10/12/2011), malam ini. Nunun ditangkap oleh interpol di Bangkok, Thailand.

Dalam menghadapi pemeriksaan oleh penyidik KPK, Nunun malam ini akan didampingi oleh dokter pribadinya, Andreas Harry. Anderas selama ini mengikuti perkembangan kesehatan Nunun.

"Ya, saya yang akan mendampingi. Ini saya sedang ada di bandara. Saya dalam perjalanan ke KPK, juga untuk mendampingi bu Nunun," ujar dr Andreas, saat dihubungi, Sabtu sore.

Andreas merupakan dokter yang mengeluarkan rekomendasi mengenai sakit demensia yang diderita Nunun paska stroke. Demensia adalah satu kondisi pada seseorang yang mengalami penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir, dan penurunan kemampuan tersebut menimbulkan gangguan terhadap fungsi kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, Andreas sudah tidak menangani Nunun sejak 3 Mei 2010 karena istri dari anggota DPR RI Komisi III, Adang Daradjatun, itu telah berangkat ke Singapura sejak 23 Februari 2010. Meski begitu, Andreas tetap sesekali memberikan saran medis kepada sosialita tersebut.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved