Minggu, 26 April 2015

Rp 128 M Masuk Rekening Pribadi PNS Lampung

Senin, 12 Desember 2011 08:09

Rp 128 M Masuk Rekening Pribadi  PNS Lampung
ILUSTRASI

Setidaknya di Sai Bumi Ruwa Jurai, kasus yang terindikasi korupsi dan tengah dikaji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan 21 kepala dan bendahara Puskemas di Bandar Lampung.

Berdasarkan data yang ditelusuri Tribun, Minggu (11/12/2011), total dana yang ngendon di rekening pribadi sekitar Rp 128 miliar.

Mereka menyimpan dana program jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang dikucurkan Kementerian Kesehatan RI untuk periode 2008-2009. KPK menilai, kasus yang terdapat 21 kepala puskesmas itu bisa saja masuk dalam data penyimpanan uang negara dalam rekening pribadi yang tengah dikaji.

"Mungkin saja (terjadi di Lampung) Karena kasus itu bisa terjadi di daerah manapun. Tapi karena masih dikaji, belum bisa dipastikan mana saja daerah yang diduga terjadi kasus seperti itu," kata Ketua KPK, Busyro Muqoddas kepada Tribun via telepon.

Penyimpanan uang negara di rekening pribadi sebenarnya telah terkuak dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bernomor 01/HP/XVIII.BLP/03 yang dikeluarkan pada 2010.  Namun, kasus tersebut hingga kini belum ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

Dalam LHP yang dikeluarkan tahun lalu itu disebutkan, puskesmas di Bandar Lampung pada tahun 2008 mendapat alokasi dana jamkesmas Rp 2.941.453.000. Tahun 2009, puskesmas kembali mendapat gelontoran dana jamkesmas Rp 3.160.932.000.

Kucuran dana tahun 2008, disahkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 440.71.09.2008, tertanggal tanggal 26 Juni. Sementara tahun selanjutnya, didasari atas SK Kadiskes Nomor  440.762.09.2009 tertanggal 4 Juni.

Halaman123
Editor: taryono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas