A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Retribusi Sampah Naik 100 Persen - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Lampung

Retribusi Sampah Naik 100 Persen

Selasa, 13 Desember 2011 18:35 WIB

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Pemerintah kota (pemkot) Bandar Lampung menilai kenaikan retribusi sampah sampai 100 persen untuk mewujudkan kebersihan di seluruh kota. Dengan retribusi tinggi, pemkot menilai bisa memberikan pelayanan kebersihan yang maksimal.

Sekretaris Kota Badri Tamam mengatakan, kenaikan tarif ini adalah penyesuaian dengan kondisi saat ini. Menurut dia, kebijakan wali kota terkait kebersihan perlu partisipasi dari seluruh unsur masyarakat. "Masalah sampah ini bukan hanya tanggungjawab pemkot tapi juga butuh partisipasi masyarakat," ujarnya kepada Tribun, Selasa (13/12).

Badri mengutarakan, untuk mewujudkan kebersihan di Bandar Lampung, pemkot sudah mengangkat tenaga kerja sukarela (TKS) yang cukup banyak. Mereka, terus dia, bertugas membersihkan jalan,kali, drainase dan seluruh pelosok kota.

Selain itu, kata dia, untuk mendukung kebersihan diperlukan armada pengangkut sampah. Armada yang ada saat ini, ucap Badri masih kurang karena sudah banyak yang rusak. Itu kan perlu biaya yang besar. Oleh karena itu biayanya kami ambil dari retribusi sampah," imbuhnya.

Badri mengungkapkan, sebenarnya pemkot masih mensubsidi biaya kebersihan. Tarif yang dipungut tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan dalam mewujudkan kebersihan. Tarif retribusi yang dipungut itu, terang Badri, untuk pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

Menurut dia, masyarakat harus memahami adanya kenaikan tarif tersebut. "Masyarakat jangan menuntut ingin bersih tapi tidak mau berpartisipasi," tukasnya. Badri mengutarakan, kenaikan tarif retribusi sampah ini sudah melalui mekanisme yang  benar.

Ia mengatakan, tarif retribusi sampah diatur di dalam Peraturan Daerah (perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Pelayanan Persampahan. Di dalam penyusunan perda itu, lanjut Badri, dilakukan bersama-sama dengan legislatif dan juga mengundang stakeholder.

"Artinya sudah sesuai prosedur. Kalau perwali kan hanya mengatur teknisnya saja. Sedangkan besaran tarif ditentukan di perda," ujar Badri. Besaran tarif retribusi sampah sebenarnya tertuang di dalam Perwali Nomor 112 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan.

Beberapa poin di dalam perwali itu menyebutkan tarif retribusi sampah untuk rumah toko (ruko) satu lantai sebesar Rp 75 ribu per bulan, dua lantai sebesar Rp 100 ribu per bulan dan tiga lantai sebesar Rp 125 ribu per bulan. Sebelumnya, tarif retribusi sampah untuk ruko hanya sebesar Rp 30 ribu per bulan untuk semua kondisi ruko. (wakos)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas