Selasa, 28 April 2015

Provider, PAD dan Regulasi Pemerintah

Selasa, 27 Desember 2011 13:01

Persoalan dimulai dari klaim Pemerintah Kota (pemkot) Bandar Lampung yang menyatakan banyak base transceiver station (BTS) atau tower provider yang tidak memiliki izin gangguan,sehingga menyebabkan pemkot merugi puluhan miliar.

Menurut data Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kota Bandar Lampung, dari 156 tower yang ada, hanya 26 tower yang memiliki izin gangguan. Sementara sisanya, 130 tower tidak memiliki izin gangguan (HO).

Untuk satu tower menurut Kepala BPMP Kota Bandar Lampung Nizom Ansori, biaya restribusi HO yang harus dibayarkan mencapai Rp 40 juta. Jadi untuk 130 tower yang tidak memiliki izin gangguan, pemkot merugi Rp 5,2 miliar.

Kewajiban untuk membayar retribusi izin gangguan sendiri diatur pemkot dalam Peraturan Daerah (Perda) Bandar  Lampung Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu, dan diturunkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) No 69 Tahun 2011 tentang Pembangunan Penataan Menara Telekomunikasi.

Atas persoalan ini,DPRD Kota Bandar Lampung pun sempat memanggil sejumlah provider yang dinyatakan pemkot tidak membayar izin gangguan ini. Mulai dari Telkomsel, Indosat, XL, Tri. Keempat provider besar ini masing masing dinilai berkontribusi pada tidak masuknya pendapatan daerah dari retribusi izin gangguan. Hearing digelar beberapa kali pada bulan Oktober 2011.

Dalam hearing, keempat provider ini menyatakan bahwa terkait izin gangguan ini, mereka mengacu kepada surat keputusan bersama tiga menteri. Dimana dalam surat keputusan tersebut, hanya tower yang menggunakan gensetlah yang harus ada izin gangguan kepada pemerintah daerah setempat. Provider menyatakan siap membayar retribusi, jika sudah ada kejelasan mengenai dua peraturan yang berbeda ini.

Salah satunya diungkapkan Manager Network Operation XL Lampung dan Bengkulu Jhon Gerga Bukit yang menyatakan pihaknya masih menunggu kejelasan dua produk hukum (perwali dan surat keputusan menteri) yang berbeda tersebut. Pernyataan senada diungkapkan tiga provider lainnya.

Editor: taryono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas