• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Lampung

Pukul Karyawan Biliar, Anggota DPRD Terancam Dipenjara

Jumat, 13 Januari 2012 23:36 WIB
Pukul Karyawan Biliar, Anggota DPRD Terancam Dipenjara
tribunnews

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Anggota DPRD Kabupaten Wajo,Baso Rahmanuddin terancam dipenjara lantaran melakukan tindakan kekerasan terhadap Wawan Kusnadi (30) salah seorang karyawan tempat biliar Globa yang terjadi di Jalan Toddopuli 6 Januari lalu.

Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan yang dijalani dua orang saksi Iwan dan Syamsuddin yang merupakan karyawan bola sodok  di Polsekta Panakkukang, Jumat (13/1/2012) siang tadi.

"Dari keterangan saksi, menguatkan bukti adanya tindak kekerasan yang dilakukan Legislator DPRD Kabupaten Wajo terhadap karyawannya,"ujar Kanit Reskrim Polsekta Panakkukang Inspektur Polisi Satu (IPTU) Hardjoko, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, siang tadi.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan penyidik terhadap para saksi, semakin menyudutkan politisi PDK ini, lantaran keduanya mengaku melihat langsung pemukulan terhadap Wawan yang mengakibatkan korban mengalami luka dibagian kepala hingga mengeluarkan darah segar.

"Kami sudah mendapatkan sejumlah keterangan saksi yang menyimpulkan adanya tindak penganiayaan yang dilakukan Baso Rahmanuddin,"ujarnya.

Keterangan saksi semakin dikuatkan dengan hasil visum dari Rumah Sakit Islam Faisal. Dimana dari hasil visum tersebut, ditemukan bentuk kekerasan di bagian belakang kepala korban.

"Dari hasil visum tersebut, polisi menyimpulkan bahwa memang benar pelaku diduga melakukan penganiayaan,"tandas mantan penyidik Polrestabes Makassar kepada wartawan.

Salah seorang terperiksa yang sempat dimintai keterangan membenarkan dirinya melihat secara langsung adanya perlakuan keras terhadap korban yang dilakukan bosnya itu.

"Memang pada saat itu saya melihat langsung kejadian, tapi Pak Baso Rahmanuddin hanya mendorong korban,"paparnya.

Kapolsekta Panakkukang Kompol Agung Setyo Budi yang diminta tanggapannya, mengatakan, terkait dengan agenda pemeriksaa anggota dewan tersebut, pihaknya  perlu ada izin dari pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melalui tembusan Mapolda Sulselbar.

Tribun yang meminta keterangan Baso Rahmanuddin mengaku, peristiwa tersebut dinyatakan sudah selesai dan kedua belah pihak sudah melakukan perdamaian.

"Bagi saya kasus ini sudah kami anggap selesai, karena sudah ada bentuk perdamian yang dilakukan kedua belah pihak,"ujarnya.

Ia pun mengaku laporan korban di Polsekta Panakkukang telah dicabut dan dirinya sudah menerima surat pencabutan laporan tersebut dari polisi,

"Surat pencabutan laporannya baru kami terima sore tadi dari polisi. Jadi kami anggap kasus ini sudah selesai,"tandasnya.(*)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
26938 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas