A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Setelah Ijab Kabul, Adi pun Kembali ke Tahanan - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Lampung

Setelah Ijab Kabul, Adi pun Kembali ke Tahanan

Jumat, 20 Januari 2012 21:35 WIB
Setelah Ijab Kabul, Adi pun Kembali ke Tahanan
Tribunlampung.co.id/Indra S Simanjuntak
Proses ijab kabul Adi Winjanu di hadapan penghulu, Jumat (20/1/2012)
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"><meta name="ProgId" content="Word.Document"><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"><link rel="File-List" href="file:///C:\\Temp\\msohtml1\\04\\clip_filelist.xml"><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object> <style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} </style>
<!--[endif]-->

Beberapa polisi berpakaian seragam terlihat di samping pengantin. Tak luput, sejumlah keluarga yang duduk berkeliling. Tak lama, sang penghulu mulai memainkan perannya. “Tanpa ada paksaan. Tanpa ada tekanan. Sudah hafal ijab kabulnya? Jangan tegang. Ikuti kata-kata saya”

Ibarat ada gula ada semut, begitu pun sebuah hubungan asmara. Tak sempurna rasanya, jika tak diakhiri dengan sebuah pernikahan. Karena bagi para pemabuk cinta, pernikahan merupakan gol terindah untuk mengawali sebuah kemenangan.

Pun demikian, bagi Adi Winjanu dan TW. Meski berada di balik jeruji tahanan, tidak lantas membuat Adi membatalkan niatnya mempersunting gadis pujaannya TW. Dalam acara sederhana, kedua mempelai melangsungkan ijab kabul di Masjid Mapolres Lampung Tengah, Jumat (20/1/2012).

Mengenakan baju koko hitam lengan panjang bercorak garis putih, pria berusia 22 tahun itu tampak tegang saat proses ijab kabul akan berlangsung. Di sampingnya, duduk calon istri yang terlihat anggun, mengenakan baju terusan warna ungu selaras dengan kerudung yang dikenakannya.

Dengan suara bergetar disertai isak tangis ketika mengucapkan ijab kabul, TW akhirnya resmi menyandang status istri Adi Winjanu, pria yang sebelumnya bekerja sebagi office boy (OB) di Bank  Syariah Mandiri, cabang Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Keduanya sempat terdiam sesaat, saat penghulu mengucapkan kata sah, sebelum akhirnya saling memandang. “Saya berjanji menjadi lebih baik,” ujar Adi singkat, sebelum menyalami satu persatu kerabat yang hadir.

Pernikahan sendiri, sedianya memang dijadwalkan pada hari yang sama setelah menjalin hubungan selama kurang lebih empat tahun, sebelum warga Seputih Agung tersebut ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan.

“Kedua keluarga itu memang sepakat mau melangsungkan pernikahan pada hari ini. Ya kita persilahkan,” tutur Ajun Komisaris Besar, Hery Setyawan, Kapolres Lampung Tengah, yang menjadi saksi tersangka dalam prosesi akad nikah.

Terhitung sejak Jumat (24/12), Adi resmi menjadi tahanan Polres. Ia ditetapkan tersangka, karena membuat laporan palsu dan menggelapkan uang perusahaan, ketika dipercaya untuk menyetorkan uang pajak bagi hasil senilai senilai Rp 94,3 juta.

Bukannya menyetor, Adi justru membelokkan motor yang dikendarainya ke rumah Pamannya, dan menyembunyikan uang di dalam kresek. Lalu melanjutkan perjalanan ke kantor pos dan menerjunkan motornya ke dalam jurang di Jalinsum Gunung Sugih, seolah-olah telah dirampok.

Warga yang melintas menemukannya dalam keadaan tertelungkup. Kemudian menolong dan membawanya ke Polres Lampung Tengah. Dihadapan petugas dan warga, ia mengaku telah dirampok dan dipukul pada bagian belakang kepala.
Namun, setelah divisum, polisi yang memeriksa Adi menaruh curiga. Karena hasil visum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Hingga akhirnya, Office Boy tersebut mengakui telah membuat laporan palsu. (indra simanjuntak)

Editor: rudikamaru
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas