Apakah Pengaruh Terkena Kutu Bekas Ayam Bertelur

Saya memelihara ayam kampung, ayamnya bertelur dan sekarang sudah menetas.

Assalamualaikum Wr Wb Tribun Lampung. Saya memelihara ayam kampung, ayamnya bertelur dan sekarang sudah menetas. Bekas tempat ayam bertelur tersebut banyak binatang kecil seperti kutu. Kalau kami terkena kutu itu, maka badan kami akan gatal. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada pengaruhnya terhadap kesehatan? Bagaimana cara mengatasinya atau membasmi kutu tersebut? Mohon penjelasannya dan terima kasih.
Pengirim: +628127964xxx

Semprot Sarang dengan Insectisida

Apakah yang Anda maksud adalah penyakit pada ayam yang disebabkan oleh parasit unggas, berupa kutu maupun tungau?

Memang yang paling sering ditemukan pada ayam kampung di Indonesia adalah kelompok kutu dengan nama ilmiah ornythonyssus bursa, atau dikenal dengan nama tungau tropis, sieur atau gurem. Gurem ini dapat menyerang semua unggas, burung merpati, burung gereja, dan bahkan dapat menyerang manusia.

Tungau ini hidup sebagai parasit dengan cara menghisap darah induk semangnya. Pada kasus yang serius dapat menyebabkan unggas menjadi anemia atau kekurusan. Jika menyerang manusia menyebabkan gatal, ruam, iritasi sampai dengan alergi, pada kulit yang digigit gurem ini. Selama hidupnya, tungau ini sangat membutuhkan induk semangnya. Apabila gurem ini berada di lingkungan (tidak menempel pada badan unggas), dia hanya mampu bertahan hidup selama 10hari.

Gurem yang telah dewasa, akan bereproduksi dengan meletakkan telurnya pada bulu-bulu unggas dan sebagian besar diletakkan di sarang /kandang ayam. Pada saat mengerami telur, suhu badan ayam meningkat, maka gurem memilih untuk bertelur pada tempat ayam mengeram. Telur tungau dapat menetas dalam waktu 2-3hari.

Pada saat telur ayam menetas, sebagian besar telur kutu yang berada di sarang ayam juga telah menetas berusaha mencari makanan(menghisap darah). Maka pada saat itu gurem berusaha mencari induk semang, berupa unggas lain ataupun manusia. Sehingga pada bekas tempat ayam mengeram telur banyak ditemukan gurem ini.

Pengendalian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara termudah adalah dengan membakar sarang ayam (tempat ayam mengeram) segera setelah ayam menetas. Dapat juga dilakukan dengan menyemprot insectisida ke sarang tersebut setelah telur menetas (tidak boleh disemprotkan ke ayam). Induk ayam atau ayam lain yang terserang gurem dapat diobati dengan melakukan penyemprotan atau diping (merendam sebentar, memandikan) menggunakan insectisida jenis tertentu yang aman bagi unggas tersebut.

Obat tradisional yang dapat digunakan antara lain dengan menyemprotkan air rendaman tembakau yang dicampur serbuk kapur barus. Manusia yang terserang, cukup dengan segera mandi menggunakan sabun dan merendam / mencuci pakaian yang digunakan. Untuk gatal, ruam, iritasi atau alerginya dapat dikonsultasikan dengan dokter (spesialis kulit) terdekat dengan Anda. Semoga bermanfaat.

drh Sugeng Dwi Hastono
Dokter Hewan Praktik (reny)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved