Senin, 22 Desember 2014
Tribun Lampung

Perusahaan Sawit asal Malaysia di Mesuji Angkuh

Senin, 27 Februari 2012 20:17 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tidak tuntasnya penyelesaian kasus sengketa lahan antara warga Tanjung Raya dengan PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI), juga dipicu sikap angkuh perusahaan sawit asal Malaysia itu.

Mantan anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji, Tisnanta menilai, manajemen PT BSMI selama ini terlalu menutup diri dan tidak kooperatif untuk memberikan data dan keterangan atas penguasaan lahan yang selama ini dipersoalkan warga.

Hal itu dialami Tisnanta ketika mencari data dan keterangan yang dibutuhkan TGPF kepada manajemen PT BSMI mengenai penguasaan lahan oleh perusahaan sawit tersebut.

"Saya melihat PT BSMI ini terlalu menunjukkan dirinya kuat. PT BSMI terlalu arogan. Sejak pertama TGPF turun untuk mencari data, mereka (manajemen BSMI) sengaja mempersulit kerja TGPF," tegas Tisnanta, saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Senin (27/02/12).

"Kalau seperti ini mandek semua. Mereka sepertinya meremehkan, mereka merasa dirinya kuat," tutur Tisnanta.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung itu menambahkan, dalam beberapa kali kesempatan, manajemen PT BSMI enggan untuk bertemu langsung dengan TGPF, saat hendak mencari data mengenai penguasaan lahan yang dipersoalkan warga.

Dia mengatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengan TGPF, manajemen BSMI selalu mengutus kuasa hukumnya.

"Mereka (manajemen BSMI) terlalu angkuh, setiap kali bertemu mereka selalu mengutus kuasa hukumnya. Akhirnya data yang didapat kurang memuaskan," sesal Tisnanta.(end)
Editor: muhammadazhim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas