A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Perusahaan Sawit asal Malaysia di Mesuji Angkuh - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Lampung

Perusahaan Sawit asal Malaysia di Mesuji Angkuh

Senin, 27 Februari 2012 20:17 WIB
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tidak tuntasnya penyelesaian kasus sengketa lahan antara warga Tanjung Raya dengan PT Barat Selatan Makmur Invesindo (BSMI), juga dipicu sikap angkuh perusahaan sawit asal Malaysia itu.

Mantan anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji, Tisnanta menilai, manajemen PT BSMI selama ini terlalu menutup diri dan tidak kooperatif untuk memberikan data dan keterangan atas penguasaan lahan yang selama ini dipersoalkan warga.

Hal itu dialami Tisnanta ketika mencari data dan keterangan yang dibutuhkan TGPF kepada manajemen PT BSMI mengenai penguasaan lahan oleh perusahaan sawit tersebut.

"Saya melihat PT BSMI ini terlalu menunjukkan dirinya kuat. PT BSMI terlalu arogan. Sejak pertama TGPF turun untuk mencari data, mereka (manajemen BSMI) sengaja mempersulit kerja TGPF," tegas Tisnanta, saat dihubungi Tribunlampung.co.id, Senin (27/02/12).

"Kalau seperti ini mandek semua. Mereka sepertinya meremehkan, mereka merasa dirinya kuat," tutur Tisnanta.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung itu menambahkan, dalam beberapa kali kesempatan, manajemen PT BSMI enggan untuk bertemu langsung dengan TGPF, saat hendak mencari data mengenai penguasaan lahan yang dipersoalkan warga.

Dia mengatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengan TGPF, manajemen BSMI selalu mengutus kuasa hukumnya.

"Mereka (manajemen BSMI) terlalu angkuh, setiap kali bertemu mereka selalu mengutus kuasa hukumnya. Akhirnya data yang didapat kurang memuaskan," sesal Tisnanta.(end)
Editor: muhammadazhim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
30526 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas