Senin, 22 Desember 2014
Tribun Lampung

Ini Penjelasan Polisi soal Penahanan Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tuba

Selasa, 6 Maret 2012 11:54 WIB

Ini Penjelasan Polisi soal Penahanan Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tuba
net/ilustrasi
penjara
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Kasat Intelkam Polres Tulangbawang AKP Malpa Malacoppo menegaskan, penahanan Wan Mauli, Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulangbawang, diharapkan dapat membuka ruang penyelesaian sengketa lahan di Register 45, Mesuji.

"Paling tidak masyarakat (perambah) bisa mengerti bahwa yang mereka lakukan (beli lahan) itu salah. Mereka bisa tau kalau mereka sudah dibohongi oleh Wan Mauli," terang mantan Kasat Intelkam Polres Lampung Timur itu, saat ditemui di ruangannya, Selasa (6/3/2012).

Sebelumnya, Wan Mauli, dilaporkan Syaiful dan sejumlah warga Mesuji ke Polda Lampung, Jumat (10/2/2012).

Laporan itu terkait dugaan penipuan penjualan tanah di Register 45 yang dilakukan Mauli kepada warga Mesuji pada tahun 2011 silam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunlampung.co.id, perkara penipuan dilakukan Wan Mauli dengan modus menjanjikan lahan di Register 45, Mesuji, kepada Syaiful cs dan sejumlah warga lainnya untuk mereka kelola.

Para warga diharuskan menyerahkan sejumlah uang kepada Wan Mauli yang besarannya bervariasi. Bahkan Syaiful saat melapor menyertakan enam bukti kuitansi pembayaran yang dijadikan barang bukti, dengan jumlah pembayaran mencapai Rp 80 Juta.

Namun, sejak pemberian uang hingga kini lahan yang dijanjikan tidak ada. Akhirnya, Syaiful cs melapor ke Polda Lampung. (endra zulkarnain/tribunlampung.co.id)
Editor: taryono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas