• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Lampung

Bagaimana Ketentuan Pajak Progresif?

Rabu, 14 Maret 2012 18:27 WIB
Bagaimana Ketentuan Pajak Progresif?
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/HERU
Kantor Samsat Bandar Lampung
Bagaimana ketentuan pajak progresif itu. Apakah satu orang memiliki dua kendaraan atau satu alamat rumah, tapi memiliki dua kendaraan? Jika saya mau memblokir nama karena saya pernah jual kendaraan, mengajukan kemana? Pengirim: +6281272090xxx

Berdasarkan Jenis Kendaraan, Nama dan Alamat yang Sama

Pengenaan pajak progresif berlaku bagi seseorang yang memiliki lebih dari satu kendaraan (roda dua maupun roda empat). Ketentuannya berdasarkan jenis kendaraan, nama dan alamat yang sama. Contoh jenis kendaraan yaitu motor dengan motor, mobil dengan mobil. Bila memiliki motor dan mobil, maka tidak dikenakan.

Lalu untuk nama dan alamat yang sama contohnya, Pak Rahmat punya dua motor atas nama Rahmat dengan alamat Jalan Dr Harun. Maka dikenakan pajak. Namun jika salah satu motor tersebut atas nama istrinya, misalnya, Lely dengan alamat Dr Harun juga, maka tidak dikenakan.

Pajak kendaraan bermotor untuk kepemilikan pertama akan dikenakan 1,5 persen. Kepemilikian selanjutnya wajib pajak dikenakan 0,5 persen. Jadi kalau punya dua kendaraan akan dikenakan dua persen. Peningkatan dalam pajak progresif dibatasi sampai tiga persen atau penambahan kendaraan bermotor keempat. Sehingga untuk kelima dan seterusnya akan tetap membayar PKB sebesar tiga persen.

Untuk memudahkan dan membantu wajib pajak mengetahui besar pajaknya, bisa menghubungi SMS interaktif di nomor 0819695000. Cukup ketik PJK dan plat kendaraan, maka besaran pajak yang harus ditunaikan segera diinformasikan melalui layanan SMS.

Mengenai ingin memblokir nama  karena kendaraan telah dijual, bisa dilakukan di samsat masing-masing daerah. Namun kami imbau kepada masyarakat jika ingin menjual kendaraan, maka harga yang ditawarkan sudah termasuk biaya BBN (balik nama).

Agar tidak memberatkan si pemilik kedua dalam mem-BBN-kan kendaraan tersebut. Dan ini juga untuk menghindari si pemilik kendaraan pertama untuk dikenakannya pajak progresif (bila kendaraan yang dijual belum di BBN).

Syamsurialsyah
Kepala Seksi Pajak
Dispenda Lampung

Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
31844 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas