Pedagang Kebanjiran Pembeli Emas
Tribun Lampung - Senin, 19 Maret 2012 22:43 WIB
Berita Terkait
- Hino Luncurkan 7 Unit Ranger Teranyar
- Harga Emas Antam Masih Tetap, 'Buyback' Turun Lagi
- Tingkat Hunian Hotel di Lampung Naik 100 Persen
- AHM Bangun Pabrik Keempat Senilai Rp 3,3 Triliun
- AHM Bangun Pabrik Keempat Senilai Rp 3,3 Triliun
- Perbankan Lampung Menunjukkan Kinerja yang Baik
- Harga Emas Antam Akhirnya Naik
- Beli Springbed Florence Diskon 50 Persen
- LG Hadirkan LED 84 Inci Teranyar Resolusi Ultra HD
- Tablet PC Advan T5-A Layar 8 Inci Dibanderol Rp 1,59…
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Berbeda dengan pegadaian Syariah yang menggunakan sistem pembelian logam mulia secara tunai atau kredit. Pedagang emas cenderung was-was akan melandainya harga emas ini. Solihin, pedagang emas pasar tengah mengakui beberapa stok miliknya memiliki harga yang masih tinggi untuk dibeli.
Solihin berencana membatasi penjualannya, tetapi ia urung melakukannya karena banyak pembeli yang memburu emas di saat harganya rendah. "Perputaran uang harus jalan, mumpung banyak yang membeli. Jadi enggak begitu kejar untung gede," kisahnya.
Dia mencontohkan, perhiasan dengan kandungan satu suku emas (6,7 gram) dilego Rp 3 juta, dengan modal Rp 2,8 juta. Tapi, harga jual emas setengah suku lebih tinggi, mulai Rp 1,6 juta-Rp 1,7 juta. "Makin banyak yang beli \'kecil-kecil\', kami bisa ambil untung," jelas dia.
Sepekan ini, Solihin bisa menjual minimal 67 gram perhiasan per hari dan meraup untung sedikitnya Rp 2 juta sehari. Padahal, ketika harga tinggi, ia biasanya hanya bisa menjual 30 gram per hari.
Solihin menceritakan satu-satunya kendala yang ia hadapi hanya distributor yang menahan pasokan emas. Namun, Solihin mengaku tetap berupaya menyetok emas batangan. Dengan begitu, ketika harga emas melambung kembali, ia bisa meraup untung tambahan dari penjualan stok emas yang ia beli di harga lebih murah.(anas)
Solihin berencana membatasi penjualannya, tetapi ia urung melakukannya karena banyak pembeli yang memburu emas di saat harganya rendah. "Perputaran uang harus jalan, mumpung banyak yang membeli. Jadi enggak begitu kejar untung gede," kisahnya.
Dia mencontohkan, perhiasan dengan kandungan satu suku emas (6,7 gram) dilego Rp 3 juta, dengan modal Rp 2,8 juta. Tapi, harga jual emas setengah suku lebih tinggi, mulai Rp 1,6 juta-Rp 1,7 juta. "Makin banyak yang beli \'kecil-kecil\', kami bisa ambil untung," jelas dia.
Sepekan ini, Solihin bisa menjual minimal 67 gram perhiasan per hari dan meraup untung sedikitnya Rp 2 juta sehari. Padahal, ketika harga tinggi, ia biasanya hanya bisa menjual 30 gram per hari.
Solihin menceritakan satu-satunya kendala yang ia hadapi hanya distributor yang menahan pasokan emas. Namun, Solihin mengaku tetap berupaya menyetok emas batangan. Dengan begitu, ketika harga emas melambung kembali, ia bisa meraup untung tambahan dari penjualan stok emas yang ia beli di harga lebih murah.(anas)
Editor : soni
Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m