A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Wan Mauli Sosok Feodal yang Demokratis - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Lampung

Wan Mauli Sosok Feodal yang Demokratis

Rabu, 28 Maret 2012 15:13 WIB
Wan Mauli Sosok Feodal yang Demokratis
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Hampir satu bulan Wan Mauli Ketua Lembaga Adat Megou Pak Tulangbawang ditahan di Mapolda Lampung. Perubahan fisik dialami ayah empat anak yang ditahan atas tuduhan penjualan tanah register 45 Mesuji. Salah satunya berat badanya yang mengalami penurunan drastis.
"Alhamdulillah Mas kesehatannya baik. Tapi berat badan ayah  turun drastis. Badannya juga kelihatan kurus," ungkap Novelia Novelia Yulistin (31) anak kedua Wan Mauli, saat diwawancarai Tribunlampung, Rabu (28/3/2012).  

Wan Mauli lelaki kelahiran  3 Desember 1952,  diakui anak-anaknya sebagai ayah yang memiliki sikap feodal namun demokratis. Bahkan pengakuan Novel,  sang ayah merupakan pria yang tegas.
"Ayah kadang punya pemikiran feodal. Tapi dia sangat demokratis. Keinginan anak-anakanya tidak pernah dikekang khususunya pendidikan. Kalau yang prinsip dia tegas sekali," beber ibu dua anak ini.

Sejak ditahan di Polda Lampung, Senin (5/3) malam, Novel mengaku keluarganya kehilangan sosok Wan Mauli yang diketahui sangat menyukai kopi hitam dan tidak pernah lepas dari rokok. Bahkan dirinya kerap menitikkan air mata kalau teringat sang ayahnya yang ditahan. 

"Sedihlah Mas, biasanya kami kumpul keluarga. Kadang nangis kalau ingat ayah. Apalagi cucunya sering tanya kakeknya," ujar alumnus Universitas Bandar Lampung ini. (romi-rinando)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas