A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dua Polisi Jadi Saksi Persidangan Kasus Pencabulan - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Lampung

Dua Polisi Jadi Saksi Persidangan Kasus Pencabulan

Kamis, 29 Maret 2012 19:02 WIB
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Dua orang penyidik kepolisian Polresta Bandar Lampung menjadi saksi pada persidangan empat oknum polisi yang melakukan pencabulan. Keduanya dihadirkan karena ada dua terdakwa yang menolak isi berita acara pemeriksaan (BAP).

Kedua penyidik yang menjadi saksi itu adalah Ajun Komisaris Sobari dan Brigadir Edwin. Jaksa penuntut umum (JPU) Sobeng mengatakan, keduanya adalah saksi verbalisan. "Mereka memberikan keterangan saat melakukan pemeriksaan," ujarnya usai persidangan, Kamis (29/3/2012).

Menurut Sobeng, kedua penyidik itu menerangkan bahwa penyidik tidak melakukan pemaksaan atau pun memberikan tekanan kepada empat oknum polisi saat proses pemeriksaan BAP.

Kedua penyidik itu, terus dia, mengatakan bahwa BAP yang dibuat sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh terdakwa Aulia Rahman maupun Sabarudin. Menurut Sobeng, penyidik juga memberikan waktu kepada keempat terdakwa untuk membaca BAP sebelum menandatanganinya.

Pada persidangan itu, ucap Sobeng, Aulia maupun Sabarudin yang sebelumnya menolak beberapa materi BAP, tidak membantah keterangan Sobari dan Edwin. "Tapi Aulia tetap bertahan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan cabul yang tercantum di BAP," tuturnya.

Sobeng mengatakan, di dalam BAP Aulia memang ada perbedaan. Menurut dia, pada BAP pertama dan kedua, Aulia mengakui melakukan perbuatan cabul. Namun pada BAP ketiga, Aulia tidak mengakuinya.

"Pada persidangan tadi Aulia mengatakan pada BAP pertama dan kedua dirinya dalam keadaan panik, sehingga saat memberikan keterangan tidak fokus," jelas Sobeng.

Sementara itu, Sabarudin tidak menanggapi keterangan dua penyidik tersebut.

Persidangan akan dilanjutkan pada 12 April dengan agenda tuntutan. Keempat oknum polisi ini ditangkap karena diduga melakukan pemerkosaan dan pencabulan terhadap seorang perempuan di PKOR Way Halim pada Oktober 2011 lalu.

Selain Aulia dan Sabarudin, dua polisi lainnya yang menjadi terdakwa adalah Martin Arizona dan Sukarman.(wakos)
Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas