Keluarga Korban Penganiayaan Datangi Polda Lampung
Tribun Lampung - Kamis, 29 Maret 2012 18:34 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ROMI
Keluarga Darwin dan Chandra
Berita Terkait
- Melani dan Brigadir Agus Ditikam di Kantor PTPN 7
- Kapolda Lampung Tanyai Saksi Pembunuhan Melani
- Demokrat Lamsel Belum Berikan Klarifikasi soal Bantahan…
- Siswa Diminta Tidak Konvoi Usai Pengumuman UN
- Polisi Sudah Lama Incar Bandar Ganja Ipan
- Polda Bantah Tetapkan Siti Farida Tersangka
- Polair Amankan 20 Kg Bahan Peledak Daya Ledak Tinggi
- Polisi Kantongi Identitas Tersangka Pengeroyok Bripda…
- Pengeroyokan Anggota Dalmas Dipicu Senggolan Motor
- Anggota Dalmas Polda Lampung Digebuki
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Keluarga Darwin dan Chandra, korban penganiayaan yang diduga dilakukan dilakukan Mus, mendatangi Polda Lampung, Kamis (29/3/2012).
Diwakili Agung dan Junaidi, kerabat dan rekan korban, mereka datang untuk meminta keadilan terkait laporan penganiyaan yang belum ada titik terang.
Menurut Agung, pihaknya mempertanyakan laporan tertanggal 7 Maret 2012 di Polsek Punggung, Tanggamus, yang sampai kini belum ditindaklanjuti. "Kami hanya meminta keadilan penganiyaan terhadap saudara dan rekan kami belum ada kemajuan," ujar Agung, di Polda Lampung, Kamis.
Menurut Agung, penganiyaan terhadap kerabatnya terjadi 5 Maret 2012, di rumah seseorang berinisial Mus, yang juga kepala sekolah salah satu Madrasyah Ibtidaiyah di Tanggamus.
Saat itu kedua rekannya yang berprofesi wartawan diajak bertemu di rumah kepsek membicarakan bantuan siswa miskin tahun 2011.
"Sampai di rumah keduanya malah dipukuli keluarga Mus hingga babak belur. Bahkan ini terjadi di depan Mapolsek Punggung. Sampai saat ini dua saudara kami masih ditahan di polsek dengan tuduhan pemerasan. Padahal tidak ada bukti," ungkap Agung.
Merasa tidak bersalah, kata dia, pihaknya melapor ke Polsek Punggung pada 7 Maret 2012. Namun hingga saat ini laporan penganiayaan tersebut belum ditindaklanjuti.
"Kasus ini belum ditindaklanjuti, bahkan kami sudah berkali-kali menanyakan laporan kami ke polsek, tapi belum ada tanggapan," tukasnya.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyanigsih mengaku akan mengecek kebenaran laporan korban. "Kalau benar mereka lapor kita cek dulu, semua laporan pasti ditindaklanjuti. Tapi semua ada prosedur. Tidak ada laporan yang diabaikan. Tapi masih didalami," pungkasnya. (romi rinando)
Diwakili Agung dan Junaidi, kerabat dan rekan korban, mereka datang untuk meminta keadilan terkait laporan penganiyaan yang belum ada titik terang.
Menurut Agung, pihaknya mempertanyakan laporan tertanggal 7 Maret 2012 di Polsek Punggung, Tanggamus, yang sampai kini belum ditindaklanjuti. "Kami hanya meminta keadilan penganiyaan terhadap saudara dan rekan kami belum ada kemajuan," ujar Agung, di Polda Lampung, Kamis.
Menurut Agung, penganiyaan terhadap kerabatnya terjadi 5 Maret 2012, di rumah seseorang berinisial Mus, yang juga kepala sekolah salah satu Madrasyah Ibtidaiyah di Tanggamus.
Saat itu kedua rekannya yang berprofesi wartawan diajak bertemu di rumah kepsek membicarakan bantuan siswa miskin tahun 2011.
"Sampai di rumah keduanya malah dipukuli keluarga Mus hingga babak belur. Bahkan ini terjadi di depan Mapolsek Punggung. Sampai saat ini dua saudara kami masih ditahan di polsek dengan tuduhan pemerasan. Padahal tidak ada bukti," ungkap Agung.
Merasa tidak bersalah, kata dia, pihaknya melapor ke Polsek Punggung pada 7 Maret 2012. Namun hingga saat ini laporan penganiayaan tersebut belum ditindaklanjuti.
"Kasus ini belum ditindaklanjuti, bahkan kami sudah berkali-kali menanyakan laporan kami ke polsek, tapi belum ada tanggapan," tukasnya.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyanigsih mengaku akan mengecek kebenaran laporan korban. "Kalau benar mereka lapor kita cek dulu, semua laporan pasti ditindaklanjuti. Tapi semua ada prosedur. Tidak ada laporan yang diabaikan. Tapi masih didalami," pungkasnya. (romi rinando)
Editor : taryono
Akses lampung.tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat lampung.tribunnews.com/m