• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Lampung

Listrik Jawa-Bali-Sumatera akan Saling Terhubung

Minggu, 8 April 2012 12:11 WIB
Listrik Jawa-Bali-Sumatera akan Saling Terhubung
ILUSTRASI
Pembangkit Listrik PLN
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sistem kelistrikan Jawa-Bali dan Sumatera yang sekarang masih terpisah, direncanakan akan saling terhubung dalam satu jaringan interkoneksi. PLN tengah mengembangkan proyek interkoneksi Sumatera – Jawa melalui sistem transmisi kelistrikan yang disebut teknologi Tegangan Tinggi Arus Searah (High Voltage Direct Current/HVDC).

Pada bulan April tahun 2012 ini PLN akan mulai menawarkan tender pembangunan proyek interkoneksi Sumatera - Jawa kepada para kontraktor yang berpengalaman mengerjakan proyek-proyek kelistrikan. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada tahun 2013 dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2017.

"Proyek ini akan menyalurkan energi dari sejumlah pembangkit yang ada di Sumatera Selatan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera maupun Jawa-Bali. Sistim interkoneksi yang akan dibangun, dirancang untuk mampu menyalurkan daya sebesar 3.000 MW dari Sumatera ke Jawa-Bali maupun sebaliknya," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto dalam siaran persnya kepada Tribunnews.com, Minggu (8/4/2012).

Seperti diketahui, saat ini juga sedang dirintis pembangunan PLTU Mulut Tambang batubara berkalori rendah dengan kapasitas total 3.000 MW di kawasan pertambangan batubara Sumatera Selatan. Sumatera Selatan merupakan provinsi yang menjadi lumbung energi karena memiliki cadangan minyak, gas dan batubara dalam jumlah besar termasuk batubara berkalori rendah.

Menurut skala ekonomi, energi listrik di Jawa-Bali (beban lebih dari 20.000 MW) akan lebih efisien dari pada Sumatera ( beban di bawah 5.000 MW). Penggabungan keduanya akan berakibat penggunaan energi murah, dengan skala ekonomi yang lebih efisien.

Hal ini juga dimaksud untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik di Sumatera dan Jawa-Bali yang di masa mendatang akan terus meningkat seiring dengan semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi di kedua pulau tersebut.

Proyek interkoneksi Sumatera-Jawa ini akan terdiri dari stasiun pengubah listrik AC menjadi DC (stasiun konverter) di Muara Enim dan listrik DC akan diubah kembali menjadi listrik AC (stasiun inverter) di Bogor. Lingkup proyek transmisi sejauh kurang lebih 700 km itu akan meliputi pekerjaan :

  • Stasiun konverter/inverter di Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) & Kabupaten Bogor (Jawa Barat).
  • Saluran transmisi kabel bawah laut 500 kV DC sepanjang 40 km dari Ketapang (Lampung) - Salira (Banten), yang melintasi Selat Sunda.
  • Saluran transmisi udara 500 kV DC dari Muara Enim (Sumatera Selatan) ke Ketapang (Lampung) dan dari Salira (Banten)  ke Bogor (Jawa Barat)
  • Saluran transmisi udara 500 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim (Sumatera Selatan) ke PLTU Mulut Tambang dan dari stasiun inverter Bogor (Jawa Barat) ke Sistem Transmisi 500 kV Jawa - Bali.
  • Saluran transmisi udara 275 kV AC dari stasiun konverter Muara Enim (Sumatera Selatan) ke sistem transmisi 275 kV Sumatera.

Rute yang akan dilewati proyek pembangunan interkoneksi Sumatera–Jawa adalah di wilayah  Sumatera : Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir di Provinsi Sumatera Selatan.

Di Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan untuk  Jawa akan melewati  Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten serta Kabupaten Bogor di Provinsi  Jawa Barat.

Nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera - Jawa ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 triliun dan sumber dana pembangunan proyek sebagian besar berasal dari Loan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan dana pendamping dari anggaran PLN. Dalam kegiatan engineering dan supervisi konstruksi PLN dibantu konsultan konsorsium  Newjec Inc, J-Power, Connusa Energindo dan Kwarsa Hexagon.

"PLN saat ini sedang mengurus perizinan untuk pembebasan lahan di Sumatera Selatan, Lampung, Banten dan Jawa Barat. Diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat mendukung demi kelancaran pembangunan interkoneksi Sumatera-Jawa ini. Dokumen AMDAL proyek HVDC interkoneksi Sumatera–Jawa ini telah disetujui oleh KLH  No: 461 Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009," pungkasnya.(*)
Editor: taryono
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas