Senin, 22 Desember 2014
Tribun Lampung

Gubernur Lampung: Nenek Moyang Lo, Ngaku-ngaku Atas Nama Rakyat

Jumat, 13 April 2012 21:09 WIB

Gubernur Lampung: Nenek Moyang Lo, Ngaku-ngaku Atas Nama Rakyat
dok tribunlampung.co.id
Gubernur Lampung Sjachroedin ZP
TRIBUNLAMPUNG.co.id, MENGGALA- Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam menyesalkan soal maraknya unjuk rasa soal pendirian patung ayahnya, Zainal Abidin Pagaralam (ZAP) di Kalianda. Menurut dia, patung itu laik didirikan karena ZAP merupakan tokoh pemerintahan yang banyak berjasa di Lampung.

"Saya bukannya membela patung orangtua saya. Sekarang tanya ke pendemo itu, apa yang sudah dia perbuat ke bangsanya? Demo-demo mengaku atas nama rakyat. Itu rakyat yang mana? Yang berhak mewakili rakyat itu kan hanya anggota dewa," ujarnya dengan nada meninggi, Jumat (13/4/2012) di Menggala, Tulang Bawang, dalam pidato pelantikan pasangan kepala daerah Mesuji terpilih.

Menurut dia, sudah banyak jasa yang dihasilkan ZAP selama ia menjabat baik sebagai wedana (bupati) di sejumlah daerah di Lampung maupun saat menjabat sebagai gubernur.

"Mari kita adu argumentasi. Terlalu banyak yang sudah bapak saya beri. Mulai dari bandara Radin Intan, Universitas Lampung, Pelabuhan Bakauheni, jalan lintas, dan sebagainya. Memang, kalau pahlawan itu pasti tokoh. Tetapi, seorang tokoh belum tentu pahlawan, karena masih ada proses-proses tertentu," ujar Sjachroedin yang gusar dengan masih maraknya unjuk rasa penolakan pendirian patung ZAP di Kalianda yang didanai dari APBD Lampung Selatan.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak masyarakat Lampung untuk tidak "hobi" berunjuk rasa. "Yang demo-demo bilang atas nama rakyat, berhenti dulu saja. Nenek moyang lo, ngaku-ngaku atas nama rakyat!" ungkap gubernur yang terkenal tegas dan meluap-luap saat berbicara ini.(kompas.com)
Editor: taryono

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas