A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Hasrat Luna Maya tak Pernah Terpuaskan - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Lampung
Home » Seleb

Hasrat Luna Maya tak Pernah Terpuaskan

Sabtu, 14 April 2012 08:53 WIB
Hasrat Luna Maya tak Pernah Terpuaskan
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ariel dan Luna Maya
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Luna Maya tak pernah puas dalam setiap apapun yang dikerjakannya. Ia selalu punya hasrat untuk menuangkan ide pikirannya dalam karya. Termasuk menyutradarai segmen judul "Skors" dalam film omnibus berjudul "Pintu Harmonika" bersama Sigi Wimala dan Ilya Sigma.

"Aku ingin berbuat yang lebih lagi. Aku selalu bilang sama diri sendiri jangan cepat puas. Aku rasa semua sutradara dan pemain kayanya tidak pernah puas dengan yg mereka bikin. Jadi mau bikin yang baru," ucapnya, Jumat, (13/4/2012), saat ditemui di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat.

Makanya, merasa terus tergenjot oleh keinginannya. Apalagi, ketika menyaksikan film-film bagus yang membuatnya kepincut melakukan hal serupa. Ketertarikannya dengan dunia film memang sangat besar.
"Banyak film yang bagus, ada hasrat bikin film yang menarik apa, ada satu magnet yang kuat. Tapi pas kita lihat selalu ada yang kurang. Sama kaya di akting selalu merasa kekurangan. Makanya, gua bikin lagi. Namanya juga karya, nggak puas bikin satu," serunya.

Skors yang disutradarainya menceritakan kehidupan seorang anak berusaha 13 tahun yang duduk di bangku sekolah menengah pertama.  Dia, lanjut Luna, punya dua kehidupan.
"Di sekolah tukang bully, ternyata di rumah tidak harmonis dengan keluarga. Ada kekurangan di keluarganya. Saya angkat jadi drama keluarga," terangnya.
Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
34174 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas