A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Iseng sejak SMP Tuntun Anisa Berbisnis Kue - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Lampung

Iseng sejak SMP Tuntun Anisa Berbisnis Kue

Sabtu, 14 April 2012 10:21 WIB
Iseng sejak SMP Tuntun Anisa Berbisnis Kue
Pekerjaan dapur tidak hanya identik dengan kotor. Ternyata, lokasi yang kerap dijadikan untuk aktivitas rutin perempuan ini, juga dapat menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Setidaknya hal ini telah dibuktikan Anisa Komala Sari, ketika menggeluti bisnis makanan ringan, berupa kue brownies dan klapertart.
 
Diakui cewek berjilbab ini, hobi membantu ibunya di dapur, membawa dampak cukup signifikan bagi kemampuannya mengolah berbagai jenis kue. Di antara kue hasil racikannya, yakni bolu, blouder, brownies, klapertart, kue ulang tahun, macaroni scotel dan berbagai jenis kue lainnya.
 
"Untuk menghasilkan berbagai jenis kue ini, awalnya cuma iseng belajar otodidak dengan ibu di dapur. Dari rutinitas sejak masih SMP ini, kemudian muncul ide untuk bisnis. Kegiatan jualan pertama kali, dimulai dengan menjajakan ta'jil pada bulan puasa.
 
Untuk mengembangkan usaha, bekerjasama dengan Paramita Puteri (teman) sepakat untuk membuka usaha kue, yang kemudian diberi nama Klanis Chaput. Adapun produk yang kami tawarkan, yakni kue klapertart, brownies dan macaroni scotel," katanya.
 
Anisa mengatakan, alasan lebih memilih ketiga jenis kue untuk dipasarkan, karena memang masih relatif jarang penjualnya. Bilapun ada, konsumen akan berpikir untuk membelinya. Karena memang jenis makanan ini, dikenal dengan harga yang cukup tinggi.(Ferika)
 
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
34181 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas