• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Lampung

Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Dishub

Selasa, 17 April 2012 21:34 WIB
Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Dishub - IMG_1111.JPG
Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Dishub - IMG_1114.JPG
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan anggaran di Dinas Perhubungan Mesuji tahun 2010. Penyimpangan anggaran tersebut diduga dilakukan mantan Kadis Perhubungan Mesuji, Syarkoti Toha.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Menggal, Andre Setiawan mengutarakan, setelah dilakukan penyidikan terhadap kasus yang diindikasikan merugikan keuangan negara sebesar Rp 300 juta itu, dalam waktu yang tidak begitu lama pihaknya akan menetapkan tersangka.

"Kami baru saja memeriksa Syarkoti, mantan Kadis Perbubungan Mesuji. Berdasarkan keterangan dari saksi saya rasa sudah cukup untuk pemeriksaan hari ini. Kita sudah dua kali periksa Syarkoti Toha sebagai saksi," terang Andre, di ruanganya Selasa (17/04/12).

Andre mengaku, dalam kasus tersebut pihaknya sudah memeriksa 13 saksi yang ada di Dinas Perhubungan Mesuji. "Pemeriksaan saksi saya  rasa sudah cukup, selanjutnya kami akan tetapkan siapa yang akan jadi tersangka dalam kasus tersebut. Kami akan lapor dulu hasil penyidikan kepada pimpinan (Kejari)," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, Andre menyebut, ada indikasi penyimpangan anggaran di Dinas Perhubungan  Kabupaten Mesuji yang menyebabkan kerugian negara. "Indikasi itu ada (penyimangan anggaran), mulai dari data fiktif, kemudian pengadaan pekerjaan fiktif. Semua saksi yang kita periksa membenarkan indikasi tersebut," katanya.

Andre mengatakan, indikasi penyimpangan tersebut terdapat pada beberapa item pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang ada di Dinas Perhubungan Mesuji tahun 2010 yang lalu. Semua pekerjaan tersebut diduga kuat dilakukan oleh Syarkoti Toha, ketika masih menjabat Kadis Perhubungan tahun 2010 yang lalu.

"Pengadaan tersebut dianggarkan tahun 2010 tapi tidak dilaksanakan oleh bersangkutan (Syarkoti Toha), begitu ketahuan oleh inspektorat dan Kejaksaan langsung dibeli barang-barang itu tahun 2011. Dibelikannya barang-barang itu bukan tidak mungkin untuk menutupi perbuatanya. Tapi kan perbuatan (pembelian barang) itu tahun anggaran sudah selesai," ujarnya.

Kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan Sayrkoti ditaksir mencapai Rp 300 juta.  
Andre menuturkan, kasus tersebut bermula dari hasil laporan Inspektorat Kabupaten Mesuji yang ditembuskan ke Kejari 

Menggala. Kemudian oleh Kejaksaan, laporan tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). "Ternyata hasil temuan tim kejaksaan sama dengan temuan dari Inspektorat. Kemudian kasusnya kami tingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," beber Andre. 

Dalam pemeriksaan kedua kalinya terhadap Syarkoti Toha, penyidik dari Kejari Menggala melontarkan 11 pertanyaan terhadap Syarkoti yang berniat maju dalam Pilkada Lampung Barat mendatang. Syarkoti Toha yang mengenkan baju kemeja biru kotak-kotak datang ke Kejari Menggala sekitar pukul 12.00 Selasa siang. Dia menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama kurang lebih dua jam. (endra)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas