A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Tas PNS Tanggamus Ini Berisi Pistol dan 3 Butir Pil Geleng - Tribun Lampung
Sabtu, 29 November 2014
Tribun Lampung

Tas PNS Tanggamus Ini Berisi Pistol dan 3 Butir Pil Geleng

Rabu, 18 April 2012 18:46 WIB

Tas PNS Tanggamus Ini Berisi Pistol dan 3 Butir Pil Geleng - IMG05842-20120418-1415.jpg
Tas PNS Tanggamus Ini Berisi Pistol dan 3 Butir Pil Geleng - IMG05846-20120418-1425.jpg
Tas PNS Tanggamus Ini Berisi Pistol dan 3 Butir Pil Geleng - IMG05858-20120418-1427.jpg
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ahmad Refdi (30) warga Jalan Cut Nyak Dien, Gang Madang, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat diringkus aparat Polsek Tanjungkarang Timur karena memiliki tiga butir inex dan senjata api organik, Minggu (15/4).

Setelah diperiksa Ahmad Refdi diketahui membeli senjata api dari Jakarta.  
"Tersangka ngakunya beli senpi di Jakarta seharga Rp 12 juta, berikut lima butir amunisi," kata Kapolresta Bandar Lampung Kombes M Nurochman saat ekpos kasus di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu, (18/4).  

Ahmad Refdi alias Angga (30) yang juga merupakan Pegawai Negri Sipil di Tanggamus dibekuk petugas  saat razia di Jalan Perintis Kemerdekaan, TkT Minggu (15/4) dini hari.  

Tersangka tengah mengendarai kijang biru nomor polisi B 1940 HA kala dihentikan petugas. Saat itulah ditemukan tiga butir inex dan satu pucuk senjata api buatan PT Pindad di dalam tas tersangka.  

Menurut Nurochman, senpi organik jenis revolver kaliber 38 mm merupakan buatan PT Pindad yang biasa digunakan anggota kepolisian. Namun nomor seri di senjata tersbeut sudah tidak ada karena dihilangkan.  

"Senjata ini biasa digunakan petugas kepolisan. Nomor serinya sudah tidak ada karena digerinda. Tersangka beli di Jakarta akhir tahun 2011 lalu. Dia ngakunya untuk koleksi," pungkas Nurochman. (Romi-rinando) 
Editor: soni

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas