• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Lampung

Hipoksia Timbul karena Kekurangan Oksigen

Rabu, 25 April 2012 08:52 WIB
Hipoksia Timbul karena Kekurangan Oksigen
Dunia kesehatan tentu tidak asing lagi dengan istilah Hipoksia, akan tetapi bagaimana halnya dengan masyarakat umum?. Apalagi, baru-baru ini Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Prof. Dr. Widjajono Partowidagdo, diketahui meninggal akibat hipoksia.
 
Menjawab pertanyaan ini, dr Lilianty Fauzi menjabarkan, hipoksia adalah kondisi kala jaringan tubuh kekurangan oksigen (O2). Ini akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Biasanya keadaan ini banyak dialami para pendaki gunung, yang kegiatannya berhubungan dengan perpindahan dari dataran rendah ke dataran tinggi.
 
"Pada dasarnya semakin tinggi tempat, maka tekanan udara lingkungan tersebut akan semakin kecil. Senada dengan hal ini, tekanan oksigen (O2) akan berkurang, sehingga pernafasan yang dilakukan paru - paru akan terganggu," ungkap dokter umum Balai Pengobatan Kosasih Urip Sumoharjo ini.
 
Lili menjelaskan, tidak hanya paru - paru, kondisi hipoksia juga mempengaruhi kerja jantung. Dimana jantung harus bekerja keras memompa darah yang mengandung oksigen sangat sedikit ke seluruh bagian tubuh.
 
Adapun gejala, atau tanda - tanda hipoksia dapat diketahui. Di antaranya, keadaan sulit berkoordinasi, berbicara dan konsentrasi. Kemudian, sulit bernafas dengan pernafasan cepat atau tersengal - sengal, mengantuk, lelah berlebihan, penglihatan menurun dan lainnya. Selain itu, keluar keringat dingin, pingsan hingga dapat meninggal dunia.(ferika)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
35092 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas