A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Harga Emas Turun dari Level Tertinggi 2 Pekan - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Lampung

Harga Emas Turun dari Level Tertinggi 2 Pekan

Rabu, 2 Mei 2012 08:12 WIB
Harga Emas Turun dari Level Tertinggi 2 Pekan
ist/ilustrasi
emas batangan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Kontrak emas berjangka turun untuk hari kedua secara berturut-turut menyusul baiknya kondisi manufaktur Amerika Serikat sehingga meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi negara itu dan mengikis permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Kontrak emas berjangka untuk pengantaran Juni turun 0,1 persen menjadi 1.662,40 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada Selasa (1/5/2012) pukul 1:49 PM, di Comex, New York. Harga sempat menyentuh 1.672,30 dollar AS sebagai yang tertinggi sejak dua pekan terakhir, tepatnya sejak 13 April 2012.

Indeks Standard & Poor's 500 dari ekuitas naik 1,2 persen menyusul Indeks pabrik Institut Manajemen Suplai (ISM) naik dari 53,4 pada Maret menjadi 54,8 pada April. Padahal Bloomberg hanya menaksir 53. "Angka ISM telah memberikan investor sebuah alasan yang baik untuk kembali ke ekuitas," sebut Adam Klopfenstein, ahli pasar di Archer Financial Services Inc, Chicago, Selasa waktu setempat.

Ia mengatakan, masyarakat lebih menyukai ekuitas ketimbang emas. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik 6,1 persen seiring dengan makin kuatnya krisis utang Eropa yang mengancam pertumbuhan ekonomi dunia. (*)  

Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
35674 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas