Senin, 3 Agustus 2015

Dua Persepsi Perubahan Lambang Pringsewu

Kamis, 10 Mei 2012 19:16

Dua Persepsi Perubahan Lambang Pringsewu
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/DIDIK
Bupati Pringsewu Sujadi Saddat tinjau UN

Menurut Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Skretariat Kabupaten Pringsewu Waskito J S, yang menjadi persepsi pertama, jika gambar bambu melambangkan jumlah Kecamatan Kabupaten Pringsewu, dengan bertambahnya Kecamatan Pagelaran Utara maka bertambah menjadi sembilan.

"Kelemahannya, jika bertambah kecamatan akan berubah (gambar bambu). Itu yang kita khawatirkan, setiap ada kecamatan baru harus merubah," tukasnya, Kamis (10/5/2012).

Akan tetapi, merujuk dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pringsewu Nomor 01 Tahun 2011 tentang Lambang Daerah, jumlah bambu runcing itu bisa tidak ditambah. Tertuang dalam pasal 4 angka ke 7 dalam peraturan tersebut.

"Gambar bambu runcing perlambang semangat perjuangan dengan jumlah bambu delapan, menyatakan jumlah kecamatan di Kabupaten Pringsewu sebagai modal dasar terbentuk Kabupaten Pringsewu."

Waskito mengatkan, lambang bambu itu bisa menggambarkan awal terbentuknya Pringsewu ketika dimekarkan dari Kabupaten Tanggamus memiliki modal wilayah delapan kecamatan. Sesuai UU 48 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Pringsewu.

Sebagai persepsi kedua, ungkap Waskito, apabila diartikan sebagai sejarah terbentuknya Pringsewu dengan delapan kecamatan bisa saja simbul kabupaten tidak dirubah. Selain itu, dalam perda tersebut tidak ada pasal yang menentukan untuk menyesuaikan dengan jumlah kecamatan.

Terpisah Bupati Pringsewu Sujadi Saddat mengatakan delapan bambu adalah semangatnya dari simbol delapan kecamatan. "Maka ketika berubah menjadi sembilan kecamatan, ketika undang-undang nanti memungkinkan, aspirasi masyarakat terus berkembang, dan sesuai aturan bisa, tidak menutup kemungkinan bisa berkembang lebih daripada sembilan," tukasnya,

Halaman12
Editor: taryono
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas