A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pembatalan Perkawinan Diputuskan Pengadilan Agama - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Tribun Lampung

Pembatalan Perkawinan Diputuskan Pengadilan Agama

Kamis, 10 Mei 2012 15:55 WIB
Kepada Tribun Lampung. Saya berasal dari pulau Jawa yang kurang lebih dua tahun tinggal di Lampung bersama bibi, dan bekerja di salah satu perusahan di Lampung. 

Saya baru tiga bulan menikah. Saya akui bahwa saya mengenal suami dalam waktu sangat singkat karena tempat bekerjanya yang tidak berjauhan dengan tempat saya bekerja. Intinya setelah saya menikah dengannya, dua bulan kemudian saya mengetahui bahwa ia telah beristri namun istrinya tinggal di kampung. 

Saya sangat terpukul karena merasa dibohongi. Karena waktu menikah status saya dan dia yaitu jejaka dan perawan. Dengan keadaan seperti ini apakah saya bisa membatalkan perkawinan atas kehendak saya sendiri? Bagaimana caranya? Terima kasih. 
Pengirim: +6281977100xxx

Diputuskan oleh Pengadilan Agama

Menanggapi masalah Anda, memang cukup memprihatinkan. Karena Anda terlalu cepat percaya dan tidak melakukan pendekatan yang mendalam terhadap keluarga dan lain-lain. Dan Anda mengatakan bahwa dalam surat-surat atau syarat pernikahan waktu itu tertulis jejaka. Kalau saja ini tidak benar, maka suami Anda bisa terjerat hukum dengan dasar memanipulasi data atau keterangan palsu. 

Mengenai yang Anda tanyakan yaitu bagaimanakah pembatalan perkawinan tersebut? Perlu kami jelaskan ada dua versi pembatalan perkawinan. Pertama, apabila sang suami atau istri setelah menikah lalu diketahui bahwa diantara mereka termasuk orang-orang yang haram untuk menikah, contoh saudara kandung yang ternyata terpisah sejak bayi dan sama sekali tidak tahu satu sama lain, kemudian bertemu ketika dewasa lalu menikah, dan diketahui ada hubungan darah, maka hal tersebut secara agama otomatis putus/batal perkawinannya. 

Kedua, diatur dalam PP No 9 / 1975 Pasal 37 dan 38 yaitu: batalnya suatu perkawinan hanya diputuskan oleh Pengadilan. Pasal 38 ayat 1, permohonan pembatalan suatu perkawinan diajukan oleh pihak-pihak yang berhak mengajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat berlangsungnya perkawinan atau tempat tinggal kedua suami istri. 

Ayat 2, tata cara pengajuan permohonan pembatalan perkawinan dilakukan sesuai dengan tata cara pengajuan gugatan cerai. Ayat 3, hal-hal yang berhubungan dengan panggilan, pemeriksaan pembatalan perkawinan atau putusan pengadilan, dilakukan sesuai dengan tata cara tersebut dalam pasal 20-36. Demikian, mudah-mudahan dapat membantu meringankan pikiran Anda.

H M Syaifullah
Kepala KUA Tanjungkarang (reny)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
36383 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas