citizen reporter

Oki Bawakan Makalah Moro-Moro di Filipina

Saya bersyukur bisa kembali mendapatkan beasiswa tahun kedua untuk mengikuti kursus perdamaian di Davao Filipina, 14 Mei- 1 Juni 2012 .

Oki Bawakan Makalah Moro-Moro di Filipina
net
TRIBUNLAMPUNG, co.id - Saya bersyukur bisa kembali mendapatkan beasiswa tahun kedua untuk mengikuti kursus perdamaian di Davao Filipina, 14 Mei- 1 Juni 2012 .

Tidak semua peserta kursus tahun lalu dari Indonesia yang kembali mendapatkan beasiswa. Beasiswa ini mencakup seluruh biaya kursus, akomodasi dan uang saku bagi para peserta yang terpilih.

Dari Lampung saya bersama Erik Timoteus Purba terpilih  untuk kembali mengikuti kursus. Kami berharap bisa kembali terpilih pada tahun berikutnya untuk kursus tingkat ahli di Belanda.

Kursus perdamaian yang diselenggarakan oleh Mindanao Peacebuilding Institute (MPI)   ini adalah kursus tahunan internasional  yang telah diselenggarakan sejak tahun 2000. Tema kursus tahun kali ini adalah "Restoring Justice, Building Peace",Panitia kursus mengabarkan bahwa kursus tahun  ini akan diikuti peserta dari  41 negara (meningkat dari 37 negara pada tahun sebelumnya).

Beberapa guru besar dan expert terkait resolusi konflik dan perdamaian juga dikabarkan akan kembali mengisi kursus ini. Prof AL Fuertes dari George Mason University dan Prof Kyoko Okumoto,guru besar studi perdamaian dan resolusi konflik dari Osaka Jogakuin University. Selain itu John Rudy , seorang expert yang telah berpengalaman dalam proses resolusi konflik di berbagai negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah juga kembali akan hadir.

Tahun ini saya akan membawakan makalah Hidup di Luar Hukum Negara,Kisah pengabaian hak-hak warga negara dan Upayanya Untuk  Melahirkan Perdamaian dan Keadilan. Makalah ini adalah lanjutan makalah tahun lalu Prospek Perdamaian di Kawasan Moro-Moro, Hutan Register 45, Mesuji Lampung.

Saya menilai masyarakat Moro-Moro, register 45 berhasil menahan diri untuk tidak terlibat dalam berbagai aksi kekerasan selama satu tahu terakhir. Mereka lebih memilih melakukan berbagai program yang memiliki dampak bagi kehidupan mereka seperti peningkatan layanan kesehatan lewat Program Posyandu dan pendidikan kesehatan masyarakat.

Tragedi Mesuji akhir tahun lalu mendapatkan perhatian dunia internasional, lewat kursus ini saya berharap para peserta akan mendapatkan informasi yang benar mengenai apa saja yang terjadi di Mesuji. (Hanafi sampurna).

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved