Citizen Reporter

Davao Kota yang Tidak Pernah Mati

Davao City merupakan kota terbesar dan ibu kota utama di Pulau Mindanao. Kota ini merupakan pusat regional Region Davao (Region XI).

Davao Kota yang Tidak Pernah Mati
ISTIMEWA
Oki Hajiansyah Wahab
Oki Hajiansyah Wahab
Melaporakan dari Davao, Filipina

Davao City merupakan kota terbesar dan ibu kota utama di Pulau Mindanao. Kota ini merupakan pusat regional Region Davao (Region XI).

Sebagai kota pariwisata di Filipina, Davao adalah kota yang tak pernah mati. Pariwisata menadi andalan kota ini, berbagai fasilitas bagi wisatawan dan foreigner tersedia di sini.

Mulai restoran, klub malam, kafe, live musik, gym dan spa yang buka sampai pagi hari. Karena kenyamanannya, banyak foreigner memilih Davao sebagai tempat tinggal dan aktivitas mereka.

Pemerintah Kota Davao menyadari pentingnya pariwisata bagi pendapatan daerah, karenanya mereka memastikan bahwa Davao adalah kota yang aman bagi para wisatawan dan foreigner. Berbeda dengan kota-kota lain di Filipina dan khususnya di Mindanao, yang penuh dengan konflik selama puluhan tahun. Selama puluhan tahun, Filipina identik dengan grup pemberontak, kelompok penculik, pembunuhan, dan kekerasan politik.

Saya berjalan-jalan malam bersama para peserta kursus sepanjang jaan tersedia banyak tempat nongkrong baik untuk makan atau hanya sekedar minum dan kongkow-kongkow. Kami memilih Matina Square, sebuah mal yang menyediakan live music dan tempat makan dan minum. Orang-orang dari berbagai kalangan, usia dan jenis kelamin berkumpul di sini, tak terkecuali para gay.

Mereka menghabiskan malam sembari diskusi dan ngobrol-ngobrol. Kendaraan umum tersedia 24 jam mulai dari taxy, tricyles (sepeda motor beroda tiga yang dimodifikasi menjadi angkutan umum), angkutan umum.

Salah satu tempat favorit para wistawan adalah Tores Road, yakni salah satu pusat hiburan malam di Davao. Semua fasilits hiburan dan kesehatan tersedia di sini.

Di Davao terdapat kawasan red district di Davao yakni San Pedro Road. Di San Pedro kita bisa dengan jelas menemukan bar-bar yang menawarkan hiburan tari telanjang dengan harga terjangkau.

Harga makanan dan minuman di Davao juga tidak terlalu mahal, berada dalam kisaran 50-250 peso. (Rp 12.500-65.000). Dengan 150 peso kita sudah bisa makan dan minum dan menikmati musik sepanjang malam, jika sanggup.

Biaya hidup di Davao juga tidak terlalu jauh berbeda dengan Indonesia, untuk laundry kita hanya membayar 20-30 peso per kilo. Tarif internet hanya 10 peso per jam.

Untuk menjaga dan meastikan keamanan kota dari gangguan preman, kepolisian Davao membentuk Davao Death Squad (DDS). DDS adalah unit khusus yang dibentuk untuk mencegah premanisme dan Gangster  di Davao.

Mereka diberikan kewenangan untuk menembak orang-orang yang dianggap preman ataupun gangster yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Para peserta dari Filipina membenarkan reputasi DDS.

Tak heran, bila Davao kemudian menjadi salah satu kota terbaik di dunia bersama Solo, tentunnya. Davao adalah sisi lain dari Filipina, Davao memberikan wajah yang lebih ramah dari daerah-daerah lain di Filipina yang kental dan sarat dengan kekerasan.

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved