A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Begini Cara Memanen Tomat - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Lampung
Home » Lampung » Liwa

Begini Cara Memanen Tomat

Minggu, 27 Mei 2012 14:00 WIB
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan karena kesalahan pada awal penanaman.

Seperti tanah yang keras dan miskin unsur hara. Penyebab lainnya pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani. Itulah kenapa petani harus memperhatikan penanaman sejak awal akan mengelola lahan.

"Sementara penyakit umum yang biasa menyerang tomat adalah adanya ulat buah, pembusukan buah, maupun daun yang layu atau busuk. Penanganannya disesuaikan dengan jenis penyakit. Banyak obat yang disediakan di toko pertanian. Selanjutnya, dengan menguatkan pemberian pupuk dengan takaran yang pas," kata petani tomat di Lambar kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (27/5/2012).

Mengenai masa panen, terusnya, tomat yang siap panen adalah tomat yang sudah berubah warna menjadi kekuningan. Pemetikan sebaiknya dilakukan dua sampai tiga hari sekali.

Sebaiknya, tutur dia, tomat yang dipanen adalah tomat yang masih dalam keadaan setengah matang dengan pengemasan yang benar. Gunakan peti kayu, agar tidak merusak tomat itu sendiri.

Masalah harga, bebernya, memang mengikuti pasaran. Terkadang pada posisi menguntungkan, terkadang malah merugi. Dikatakan dia, itu sudah menjadi konsekuensi. Namun, selama 15 tahun menggeluti dunia pertanian, dia lebih banyak merasakan keuntungan daripada tidaknya.(sulis setia markhamah)
Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
37779 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas