• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Lampung

Hanya Tersisa 5 Jenis Badak di Dunia

Minggu, 1 Juli 2012 09:35 WIB
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-POPULASI badak di dunia terus mengalami penyusutan. Seperti halnya Dinosaurus yang telah punah 70 juta tahun lalu, badak yang kemunculannya di bumi diperkirakan ada sejak 65 juta tahun silam ini juga berada di ambang kepunahan.

Berdasarkan data Yayasan Badak Indonesia, pada 60 juta tahun yang lalu, tercatat sekitar 30 jenis badak yang hidup di bumi telah mengalami kepunahan. Saat ini, hanya tersisa lima jenis badak yang masih hidup di dunia.

Tiga jenis badak di antaranya berada di Asia, yakni Badak Sumatera (Sumatran Rhino) bercula dua atau Dicerorhinus Sumatrensis (Fischer, 1814), Badak Jawa (Javan Rhino) bercula satu atau Rhinocerus Sondaicus (Desmarest, 1822), dan Badak India (Indian Rhino) bercula satu atau Rhinocerus Unicornis (Linnaeus, 1758).

Badak Sumatera merupakan satu spesies badak langka yang ada di dunia. Jumlahnya kini diperkirakan tak lebih dari 200 ekor. Populasinya terus terancam karena perburuan, kerusakan lingkungan hutan, ditambah lagi proses reproduksinya yang terbilang lambat.

Berdasarkan Analisa Viabilitas Populasi dan Habitat (PHVA) Badak Sumatera pada 1993, populasi badak Sumatera di Sumatera berkisar antara 215-319 ekor atau turun sekitar 50 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Sebelumnya, populasi badak Sumatera di Pulau Sumatera berkisar antar 400-700 ekor. Sebagian besar terdapat di wilayah Gunung Kerinci Seblat (250-500 ekor), Gunung Leuser (130-250 ekor) dan Bukit Barisan Selatan (25-60 ekor).

Sebagian yang lainnya tidak diketahui jumlahnya, terdapat di wilayah Gunung Patah, Gunung Abong-Abong, Lesten-Lokop, Torgamba dan Berbak.
Di Kalimantan, satu kelompok populasi tersebar di wilayah Serawak, Sabah dan wilayah tengah Kalimantan.

Di Malaysia, jumlah populasi badak Sumatera diperkirakan berkisar antara 67-109 ekor.
Menurut IUCN/SSC-African and Asian Rhino Specialist Group Maret 2001, jumlah populasi badak Sumatera berkisar kurang lebih 300 ekor dan tersebar di Sumatera dan Borneo, yaitu Malaya/Sumatera Sumatran Rhino (250 ekor), dan Borneo Sumatran Rhino (50 ekor).

"Karena itu, kita sangat berharap, kesuksesan kelahiran Andatu bisa membuka peluang terhadap upaya penangkaran dan pengembangbiakan badan Jawa di Ujung Kulon," kata direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia Widodo Ramono.
Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
40730 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas