Berbahagia Raih Kemenangan

ALLAH Akbar, Allah Akbar. Gema takbir berkumandang di seluruh penjuru nusantara

bloger budisusilo85.blogspot.com

ALLAH Akbar, Allah Akbar. Gema takbir berkumandang  di seluruh penjuru nusantara.  Sukacita kemenangan sambut satu Syawal (Minggu 19 Agustus), menandakan Indonesia telah memasuki akhir ibadah Puasa Ramadan, dan kini yang telah meninggalkan kita semua. Insya Allah di tahun depan, kita dipertemukan lagi, dibulan suci Ramadan yang penuh berkah, barokah.

Rindu hati selalu butuh akan ibadah Puasa Ramadan, supaya terus bergulir agar panji keimanan dan ketakwaan bisa berkibar. Takbir sambut satu syawal berkobar, alhamdulillah ini menandakan kemenangan melawan hawa nafsu, insyaallah amin.

Setan-setan tersenyum, Ramadan telah pergi, setan tak lagi terborgol, ia bebas lepas dan akan kembali menteror di bumi untuk mengganggu, menggoda para insani agar terjerumus pada lubang hitamnya yang sesat merugikan.

Tak perlu risau, malaikat akan tetap berdiri bersebelahan menenami para insan, sebagai penasehat yang setia memberikan bisikan-bisikan sifat ketuhanan. Apalagi berbekal ilmu selama Ramadan, semakin kokoh keimanan dan ketakwaan kita, amin ya robal alamin.   

Idul Fitri itu, momen menggapai kemenangan dari ‘perang’ hawa nafsu di bulan Ramadan. Idul asal kata yang diambil dari ied, yang memiliki definisi kembali. Sedangkan Fitri, kata ini diserap dari kata Fithr atau Fathoro, Yafthuru, Ifthor, yang artinya berbuka.

Berarti Idul Fitri itu Kembali Berbuka. Maksud dari ini, kita setelah menjalani puasa sampai pada 1 syawal, umat muslim dihalalkan makan-minum yang halal, juga diharamkan para insah untuk berpuasa. Karena inilah,  tepat sang fajar tiba masuk 1 Syawal, para insan berbuka kembali, sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan.

Hal ini sebagaimana yang disinggung dalam hadis, dari Abi hurairah berkata, bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda: “Shaum atau pusa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (idul) Adlha  itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.” (Hadits Shahih Dikeluarkan oleh imam-imma: Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No.2324, Ibnu Majah No.1660, Ad-Darquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan beberapa jalan dari Abi Hurarirah dan lafadz dari riwayat Imma Tirmidzi).

Gairah yang menggelora melawan hawa nafsu di Ramadan tentu harapannya akan terus terpatri dalam setiap sanubari, nurani, jiwa, raga para insani., dalam usaha menggapai kemerdekaan dari hawa nafsu yang merusak. Meski Ramadan beranjak meninggalkan para insani, ditandai masuk ke bulan syawal, tibalah waktunya untuk saling mengikatkan tali silaturahmi.

Indonesia dengan segala ragam suku adat dan budaya, silaturahmi bagian yang tidak terpisahkan. Idul Fitri media yang sering dipakai untuk silaturahmi dengan melandaskan pada dalil Quran al-Anfal ayat 1; “Bertakwalah kamu kepada Allah dan perbaikilah keadaan perhubungan di antara kamu, serta taatlah kepada Allah dan RasulNya, jika betul kamu orang-orang yang beriman.” Juga di Quran al-Nisa ayat 1, “Bertakwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta dengan menyebut nama-Nya serta peliharalah hubungan silaturahim kaum kerabat."

Halaman
12
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved