• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Lampung

Terkesan Budaya Gorontalo

Rabu, 29 Agustus 2012 19:50 WIB
Terkesan Budaya Gorontalo
Larasati Ayodhya
Warga Lampung melaporkan dari Provinsi Gorontalo

Provinsi  Gorontalo yang notabene salah satu provinsi  baru di Indonesia ternyata memiliki banyak sekali budaya dan kebiasaan yang unik dan tentunya menjadi ciri khas tersendiri. Salah satu budaya unik itu adalah malam pasang lampu atau dalam bahasa Gorontalo disebut Tumbilotohe yang diadakan setiap tahun.

Tumbilotohe jatuh pada malam ke-27 Ramadan. Uniknya, seminggu sebelum malam pasang lampu penduduk sudah sibuk mempersiapkan lampu minyak yang bahan bakarnya menggunakan minyak tanah., Mereka membuat penompang berbentuk segitiga yang bagian bawahnya ditopang kayu berukuran satu meter.

Sebenarnya tidak ada ukuran baku kayu penopang ini karena semuanya tergantung kreatifitas pembuatnya. Tidak mengherankan apabila mereka mambuatnya dengan penuh kreatifitas karena lampu-lampu hias tersebut dikompetisikan mencari lampu mana dinobatkan sebagai terbaik.

Untuk memasang api pada lampu minyak,  tidak boleh sembarang orang. Dalam budaya Gorontalo, hanya para tetua yang dipercaya dapat menyalakannya dan membaca doa-doa tertentu untuk menyambut malam lailatul qodar.

Lampu yang dipasang hanya dapat dinyalakan sampai tiga hari sesudah malam Tumbilotohe,  yaitu malam ke 28,dan 29. Setelah malam ke- 4 dilarang untuk dinyalakan. Menurut budaya disini, apabila dinyalakan pada malam ke - 4 akan membuat sesuatu yang tidak baik.

Sejarah Tumbilotohe merupakan cerita turun temurun dalam budaya Gorontalo. Masyarakat disini  percaya,  malam ke - 27 Ramadaan adalah malam Lailatul Qodar. Pada malam tersebut, malaikat jibril turun ke bumi untuk mengabulkan doa- doa pada orang yang banyak beribadah dan berdoa. Lampu yang dipasang tersebut untuk menyambut kedatangan malaikat Jibril yang turun ke bumi. Harapannya,  malaikat jibril tertarik mendatangi rumah mereka.

Pada malam Tumbilotohe masyarakat Gorontalo tumpah ruah dijalan sehingga membuat jalanan sangat padat. Pasalnya acara ini , merupakan salah satu malam pesta rakyat dan sangat dinantikan terutama bagi para anak muda, dan anak-anak.

Mereka dapat menyaksikan lampu-lampu dan hiasan sangat unik. Cahaya dari lampu hias yang dinyalakan itu membuat seluruh  kota memantulkan cahaya gemerlap dan indah.  Apalagi dilihat dari Benteng Otanaha, bangunan paling tinggi di pusat kota Gorontalo.

Saya sendiri mengalaminya ketika berada di Gorontalo dimana masyarakat baik di pedesaan dan maupun perkotaan semangat menyambut  Masyarakat sangat heboh menyambut malam pasang lampu tersebut.

Bahkan, mereka menghabiskan dana yang tidak sedikit dalam membuat lampu - lampu minyak terlihat an indah. Seperti diketahui,  harga minyak tanah semakin mahal dan di kota ini terjadi kelangkaan. Mau tidak mau disiasati menggunakan bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah menggunakan spiritus atau bensin untuk ukuran yang lebih besar. (tin)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
45106 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas