A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Cara Hilangkan Kebiasaan Isap Jempol pada Anak - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Lampung

Cara Hilangkan Kebiasaan Isap Jempol pada Anak

Jumat, 31 Agustus 2012 14:57 WIB
Saya seorang ibu yang mempunyai anak laki-laki berumur 5 tahun. Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu masih suka mengisap jempol. Saya sudah melarangnya agar tidak berbuat seperti itu. Tapi tetap saja tidak mau berubah. Bagaimana caranya supaya kebiasaan mengisap jempolnya hilang? Karena saya khawatir ada pengaruh buruk terhadap perkembangannya. Terima kasih.
Pengirim: +6281369969xxx

Beri Hadiah Bila Tak Isap Jempol

Hampir 80 persen bayi mempunyai kebiasaan mengisap jempol atau jari lainnya. Keadaan ini berlangsung umur 18 bulan-6 tahun. Sebagian besar kelompok ini mempunyai obyek-obyek lain yang sering dipegang, seperti selimut, mainan, serpihan baju atau rambut. Mengisap jempol merupakan kebiasaan dari bayi. Pendapat lain mengayakan bahwa kejadian ini merupakan gambaran emosional pada bayi untuk memuaskan diri sendiri dalam upaya menghilangkan stres atau menenangkannya.

Beberapa masalah dapat ditimbulkan akibat kebiasaan mengisap jempol :
1. Masalah gigi, berupa maloklusi dan kelainan pada tulang rahang
2. Jari abnormal, berupa terbentuknya kalus, iritasi, eksema dan paronikia (jamur kuku)
3. Efek psikologis akan menimbulkan kepercayaan dirin anak karena anak sering diejek oleh saudara atau orangtuanya
4. Keracunan tidak disengaja
5. Risiko infeksi saluran cerna meningkat

Sebelum umur 4 tahun, mengisap jempol adalah normal dan tidak berhubungan dengan gangguan fungsi sosial dan perkembangan anak. Secara umum tidak ada yang perlu dilakukan sampai anak berusia 4 tahun. Karena sebagian besar akan menghilang setelah usia 4 taun dan belum ada komplikasi yang timbul sebelum umur ini.

Yang dapat dilakukan orangtua:
1. Mengetahui Penyebab
Sebelum pengobatan dimulai, kebiasaan anak sehari-hari harus diketahui termasuk cara anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Bila faktor pencetus emosional dan psikologis ditemukan, maka terapi anak dimulai.
2. Menguatkan Anak
Terapi harus dimulai dengan keikutsertaan anak, kerjasama dan yang paling penting ketertarikan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Orangtua diingatkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan semakin menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.

Bila kebiasaan ini menetap setelah berumur 4 tahun, maka mulai dilakukan tindakan dengan memodifikasi perilaku dan beberapa pendekatan positif
- Melatih anak sejak bayi dengan bermain seperti bertepuk tangan sambil bernyanyi dan lain-lain
- Mengingatkan anak, dapat dengan cara memberi catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap jempol
- Beri hadiah stiker, buku cerita, perilaku khusus atau waktu berlibur dengan orangtua bila anak bebas mengisap jempol satu hari
- Menghargai anak-anak bila tidak mengisap jempol
- Memberikan zat yang pahit yang dioleskan pada jempol pada waktu pagi, malam dan waktu anak mulai mengisap jempol

dr H Amran Harun SpA
Spesialis Anak
RS Graha Husada
Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
45223 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas