A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

29 Obat Tradisional Masuk Public Warning! - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribun Lampung

29 Obat Tradisional Masuk Public Warning!

Senin, 8 Oktober 2012 21:26 WIB
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan ada 29 merek obat tradisional yang masuk daftar public warning. Karena mengandung bahan kimia obat (BKO) yang berbahaya.

Dari 29 merek tersebut, 7 diantaranya beredar di Lampung. Ini berdasarkan hasil uji lapangan Balai Besar POM Bandar Lampung. "Dari hasil penelitian kami terdapat 8 merk obat tradisional yang beredar di Lampung," ujar Hotna Panjaitan, Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen, di ruang kerjanya, Senin (8/10).

Hotna menjelaskan, terkait penggunaan BKO, paling banyak obat tradisional tersebut dicampur dengan Fenilbutason, Parasetamol, dan Metapiron. Padahal merunut pada definisi obat tradisional yaitu bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

Fenilbutason dapat menyebabkan mual, muntah, ruam kulit, pendarahan lambung, nyeri lambung, gagal ginjal, leukopenia, glaukoma dan lain-lain. Lali parasetamol dalam penggunaan lama dapat menyebabkan kerusakan hati.

Sedangkan untuk Metapiron dapat menyebabkan dapat menyebabkan gangguan saluran cerna seperti mual, pendarahan lambung, rasa terbakar serta gangguan sistem syaraf seperti tinitus (telinga berdengung), gangguan ginjal, syok, kematian dan lain-lain.

"Yang menjadi masalah, bahan-bahan ini tidak dicantumkan dalam daftar bahan-bahan obat yang digunakan. Apalagi dosisnya. Jadi tidak diketahui juga berapa jumlah dosis yang mereka gunakan dalam satu obat," terangnya.

Hotna menjelaskan, BKO yang terdapat dalam obat tradisional sangat berbahaya bagi kesehatan. Yaitu penggunaan dosis yang tidak tepat memungkinkan terjadinya over dosis dan indikasi tidak tepat sangat memungkinkan mengakibatkan suatu penyakit menjadi lebih parah.

Mengenai ciri-ciri dari obat tradisional yang mengandung BKO seperti, efek yang ditimbulkan sangat "cespleng", dalam waktu beberapa jam setelah mengonsumsi sakit timbul kembali, produk diklaim dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, dan jika dilakukan pengamatan seksama terdapat butiran/kristal yang merupakan bahan kimia yang ditambahkan.

"Obat tradisional yang mengandung BKO biasanya efek yang ditimbulkan cepat atau langsung terasa. Misal rasa sakit atau pegal-pegal akan segeral hilang setelah mengonsumsi obat tersebut. Namun beberapa jam setelahnya itu rasa sakit atau pegal akan terasa kembali," terang Hotna.(reny)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
59383 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas