A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

PSK ABG: Boleh tak Pakai Kondom Asal... - Tribun Lampung
Rabu, 26 November 2014
Tribun Lampung

PSK ABG: Boleh tak Pakai Kondom Asal...

Kamis, 1 November 2012 09:21 WIB


TRIBUNLAMPUNG.co.id SEMARANG-  Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang biasa menjajakan diri di kawasan Jalan Pandanaran, Semarang mengaku selalu membawa kondom, baik di tas kecil yang dibawanya atau di kantong celana yang dikenakannya. 

Persiapan itu  dilakukan agar dalam memberikan "pelayanan", baik PSK atau lelakinya bisa merasa lebih aman. Namun, yang lebih penting menurut pengakuan salah satu penjaja seks di kawasan itu, penggunaan kondom penting agar tidak hamil. Sebab ada juga yang mengaku masih duduk di bangku SMA.

“Kalau hamil bisa repot, saya nggak mau lagian masih sekolah. Banyak teman saya yang hamil, jadi kacau semuanya,” ungkap gadis asal pinggiran Kota Semarang ini.

Para PSK di kawasan ini memang tampak lebih muda, segar, berbadan bagus serta berparas cantik dengan usia antara belasan tahun hingga sekitar 30 tahunan. Mereka terbiasa menawarkan diri dengan harga lebih mahal, dan dianggap sebagai PSK kelas menengah di kawasan Kota Semarang. 

Bermodalkan sepeda motor, mereka juga akan tampak lebih 'kece' dalam mencari pelanggan. Selain untuk memudahkan lari dari kejaran petugas, tentunya.

Prostitusi di kawasan ini memang tidak terlalu vulgar seperti halnya praktik prostitusi pinggir jalan lainnya di Kota Semarang. Meski begitu, dalam semalam mereka mengaku bisa memberikan pelayanan yang kepada empat hingga lima lelaki "hidung belang".


Kalau cowoknya ganteng bolehlah nggak pakai, nanti saya punya cara sendiri biar aman

Rata-rata dari mereka mengaku selalu meminta pelanggan untuk menggunakan kondom yang sudah mereka bawa. Namun memang bisa saja ada perjanjian lain antara keduanya. “Kalau cowoknya ganteng bolehlah nggak pakai, nanti saya punya cara sendiri biar aman,”ungkapnya sambil tertawa lebar.

Terjun ke dunia prostitusi bagi gadis ini memang bukan tanpa sebab. Ia mengaku nekat menjual diri untuk membantu keluarganya meringankan biaya sekolah. Ia sendiri mengaku sudah relatif lama terjun ke dunia malam, setelah dikenalkan oleh salah seorang temannya.

Ia mengatakan, pelanggan yang datang akan ramai saat akhir pekan atau liburan. Selain dari dalam kota, biasanya mereka selalu menemani tamu-tamu dari luar kota yang berkunjung ke Semarang. 

Jika beruntung, bisa saja mendapatkan lelaki kaya yang mengajaknya menikmati malam di hotel berbintang. Tentu dengan tarif yang berbeda. Dalam mencari pelanggan, ia bisa juga sendirian ataupun melalui teman-temannya.

Mereka menjajakan diri dengan berjalan pelan-pelan di sepanjang jalan tersebut. Setelah transaksi dilakukan, mereka akan beriringan menuju sebuah hotel sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran dilakukan setelah PSK memberikan pelayanan. (*)

Editor: rudikamaru
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas