LDCC, Wadah Kebersamaan Mobil Pabrikan Jerman
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi kekosongan waktu, misalkan dengan berolahraga atau menggeluti sebuah hobi.
Semangat silaturahmi, kekeluargaan, berbagi pengetahuan hingga membentuk jaringan (networking) seluas - luasnya, adalah sebagian tujuan yang menjadi pakem terbentuknya sebuah organinasi. Tidak hanya itu, kreatifitas positif, inovasi dan torehan prestasi juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari motivasi berdirinya sejumlah komunitas di tanah air.
Seperti halnya di Bumi Ruwa Jurai, banyak yang menjadikan dunia otomotif sebagai aktivitas kawula muda dalam menjalani rutinitas hobinya. Menjamurnya berbagai komunitas, menjadi bukti nyata bahwa hobi tidak lagi dipandang sebelah mata. Sebaliknya, dari berbagai aksi dan prestasi mampu dijadikan referensi kebanggaan sekaligus asset berharga bagi daerah.
Salah satu bentuk perkembangannya, adalah kehadiran Lampung Deutschland Car Community (LDCC) yang lahir pada April 2012 lalu. Wadah pecinta kendaraan roda empat pabrikan Jerman ini, dilandasi dengan semangat sederhana yakni ingin menciptakan persaudaraan seluas - luasnya. Selain juga, sebagai upaya untuk menghilangkan ekslusifitas dan pencitraan dari berbagai jenis mobil keluaran Eropa ini.
"Ide awal membentuk LDCC, karena pendapat berlebihan dari masyarakat tentang mobil buatan Jerman ini. Di antaranya, anggapan bahwa harga beli/ jual mobil ini mahal berikut onderdilnya, juga pemiliknya terkesan ekslusif dan banyak anggapan lainnya. Dari dasar inilah, kami (anggota) bersepakat untuk membentuk wadah sharing ini," ungkap Kapitan LDCC Agus Mirat.
Pria yang akrab disapa Om Mirat ini mengungkapkan, tidak semua pendapat tersebut benar. Layaknya kendaraan umumnya, mobil jenis ini menawarkan kenyamanan bagi pemiliknya, baik dari segi harga (beli/jual) dan onderdilnya, termasuk kedekatan emosional pemilik dengan masyarakat.(ferika)
