Dua Kampung di Lamteng Nyaris Bentrok
Kelompok warga dari Kampung Tegineneng Lampung Tengah (Lamteng) nyaris bentrok
Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih membenarkan hal ini. Menurutnya, permasalahan dua kelompok warga ini bermula pada (20/12/2012) lalu. Ketika itu, terusnya ada sebuah mobil membawa pupuk milik warga Tegineneng rusak di daerah Terbanggi Agung. "Truk yang rusak di amankan oleh warga dengan imbalan memberi uang Rp 4 juta dan sudah disepakati pemilik pupuk," kata Sulis.
Dilanjutkan mantan Kabid Dikyasa Ditlantas Polda Lampung ini, pemilik truk kemudian hanya membayarkan Rp 1 juta. "Pengurus pupuk itu dengan sikap yang arogan memberikan uang Rp 1 juta kepada warga yang mengamankan truk," jelasnya.
Merasa sudah ada kesepakatan pembayaran Rp 4 juta hanya dibayar Rp 1 juta warga yang mengamankan truk tidak terima. Akibatnya, pengurus pupuk tersebut di pukuli oleh warga.
Tidak terima, kata Sulis pengurus Pupuk kemudian melapor ke Polres Lamteng. "Anggota reskrim kemudian akan melakukan penangkapan ke rumah namun pelaku tidak ada di rumah, dan masih di lakukan penyelidikan," ujarnya.
Akbiatnya, Jumat (28/12) malam massa dari Kampung Tigeneneng sudah berkumpul. Mereka berencana menyerang ke Kampung Terbanggi Agung. Masyarakat Terbanggi Agung juga sudah bersiap dengan membawa senjata tajam. "Kejadian tersebut sudah di antisipasi oleh Kapolres dengan menurunkan kekuatan Dalmas dan anggota Reskrim dan intelkam serta telah di back up dari sat Brimob Detasemen B serta anggota Koramil," ungkapnya.
Menurut Sulis tadi malam Bupati Lamteng Pairin bersama Muspida juga berangkat ke Tigeneneng untuk meredam konflik. (Tribunlampung.co.id/Beni Yulianto)