A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

TDM Belum Berencana Naikkan Harga OTR Honda - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Lampung

TDM Belum Berencana Naikkan Harga OTR Honda

Jumat, 4 Januari 2013 21:43 WIB
TRIBUNLAMPUNG.co.id - PT Tunas Dwipa Matra (TDM), diler utama motor Honda di Lampung belum bisa merilis secara resmi rencana target penjualan sepeda motor Honda 2013 ini. Itu karena, pengusaha industri otomotif sepeda motor di Lampung pada awal tahun ini kembali "galau".

Manajer Marketing PT TDM Dimas Gentur Triyogo mengatakan, penyebab yang mendasari hal tersebut adalah Bank Indonesia (BI) mengatur loan to value (LTV) kredit kendaraan bermotor (KKB) minimum sebesar 70 persen dengan uang muka 30 persen dari total harga on the road kendaraan. Aturan baru itu berlaku untuk lembaga pembiayaan bukan bank (leasing) syariah.  Konsumen yang ingin  kredit kendaraan melalui  syariah minimal membayar DP Rp 2,5 juta.

"Awal tahun 2013 industri motor di Lampung sudah menghadapi kendala karena aturan baru BI. Selain itu, ada kemungkinan pajak BBN (bea balik nama) tahun ini naik lagi. Untuk itulah kami belum bisa menetapkan target penjualan 2013. Melihat kondisi yang ada ada kemungkinan turun 10 persen - 15 persen dibanding pencapaian tahun lalu," jelas Dimas, Jumat (4/1/2013).

Lebih lanjut disampaikannya, tahun lalu ketika aturan DP minimal 20 persen untuk kredit konvesional berlaku, masyarakat berbondong-bondong beralih ke kredit pembiayaan syariah karena uang muka kisaran 10 persen. Kini, pembiayaan melalui lising konvensional dan syariah uang muka minimalnya sama. (Martin)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas