BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian
Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan Sensus Pertanian tahun 2013.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan Sensus Pertanian tahun 2013. Yakni untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat yang digunakan sebagai bahan perencanaan maupun evaluasi hasil-hasil pembangunan khususnya di sektor pertanian.
Selain itu, sensus pertanian tersebut juga bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah rumah tangga dan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian serta mengetahui luasan lahan dan data terkini.
Kabag Humas dan Protokol Burlianto Eka Putra mengatakan, sensus ini akan melibatkan sekitar 300 ribu surveyor yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Mengacu pada Surat Edaran yang berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang diperuntukkan untuk seluruh kepala daerah seluruh Indonesia, bahwa berdasarkan Surat Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 01.14.03/ST2013/2013 tertanggal 14 Januari 2013 perihal Pemberitahuan dan Permohonan Dukungan Pelaksanaan Sensus Pertanian 2013.
"Rencananya sensus pertanian akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2013 mendatang," ungkapnya kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (7/3/2013)
Diketahui, Sensus Pertanian di Indonesia telah dilaksanakan selama lima kali, yaitu pada tahun 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Sensus Pertanian untuk tahun ini adalah yang ke enam dengan tema "Menyediakan Informasi untuk Masa Depan Petani yang Lebih Baik".
Sensus Pertanian tahun 2013 ini juga merupakan kegiatan besar sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dalam beberapa tahapan. Baik dalam persiapan maupun pelaksanaannya.
Persiapan Sensus Pertanian 2013 sudah dimulai dari tahun 2010 sampai tahun 2012, sedangkan pelaksanaan Sensus Pertanian 2013 akan dilakukan pada tahun 2013 dan 2014. "Rangkaian pelaksanaannya dimulai dengan pencacahan lengkap (listing) pada tahun 2013, tepatnya pada tanggal 01-31 Mei 2013, kemudian dilanjutkan dengan Survei Pendapatan Rumah Tangga Pertanian (SPP) pada tahun yang sama dan Survei Subsektor di tahun 2014," jelas Burlianto.(*)