• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Lampung

Ini Isi Kesepakatan Rakor Gubernur Sumatera

Rabu, 20 Maret 2013 22:07 WIB
Laporan WArtawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Rapat koordinasi (rakor) gubernur se-Sumatera yang berlangsung di Hotel Novotel, Rabu (20/3) menghasilkan beberapa kesepakatan. Kesepakatan itu langsung diserahkan kepada Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan untuk disampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menuturkan, setidaknya ada delapan poin kesepakatan. "Kami ingin presiden segera menindaklanjuti kesepakatan ini," ujar dia usai rakor Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), kemarin.

Poin pertama dari kesepakatan itu adalah percepatan penyelesaian tahapan persiapan pembangunan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) untuk mencapai target groundbreaking Jembatan Selat Sunda (JSS) pada tahun 2014.

Poin kedua berisi percepatan pembangunan jalan tol Sumatera mulai dari Lampung sampai Aceh sepanjang kurang lebih 2.700 kilometer. Selain itu juga, kata Sjachroedin, meminta penetapan perpres tentang penugasan BUMN sebagai pelaksana pembangunan dan operator jalan tol Sumatera.

Poin ketiga adalah percepatan pembangunan jalur kereta api Sumatera yang menghubungkan Lampung-Aceh sepanjang kurang lebih 2.900 kilometer. Rel tersebut berada di koridor utama dan sub koridor MP3EI wilayah Sumatera.

Poin keempat adalah peningkatan status bandara domestik menjadi bandara internasional dan embarkasi haji di provinsi yang potensial. Poin kelima berisi tentang revisi lampiran Perpres Nomor 32 tahun 2011 tentang MP3EI.

Revisi ini, ucap Sjachroedin, sebagai upaya optimalisasi pengembangan potensi ekonomi masing-masing wilayah dalam koridor ekonomi Sumatera. Poin keenam adalah peningkatan sumber daya manusia melalui pengembangan kapasitas sekolah menengah kejuruan (SMK).

Poin ketujuh percepatan pemenuhan energi listrik berbasis panas bumi dalam rangka mendukung daya tahan energi. Poin delapan adalah percepatan pembangunan industri hilir karet dan kelapa sawit pada koridor ekonomi Sumatera.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsah dan Gubernur Kepulauan Riau M Sani.

Sedangkan ada beberapa provinsi yang menandatangani diwakili wakil gubernur. Yaitu Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Riau Mambang Mit, Wakil Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi. Sementara Sumatera Selatan dan Jambi hanya diwakili sekda sehingga tidak ikut menandatangani.
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas